News / Internasional
Kamis, 09 April 2026 | 06:16 WIB
Selat Hormuz
Baca 10 detik
  • Iran berencana membuka Selat Hormuz jika kesepakatan damai dengan Amerika Serikat tercapai.

  • Fasilitas kilang minyak di Pulau Lavan terbakar akibat serangan namun tidak ada korban.

  • Rusia mendukung gencatan senjata meskipun mengkritik kelemahan koordinasi militer NATO dan Barat.

Otoritas setempat memastikan bahwa protokol keselamatan telah dijalankan dengan sangat profesional saat insiden serangan terjadi di lokasi.

“Untungnya, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa berkat evakuasi karyawan yang tepat waktu.”

Hingga saat ini, tim investigasi masih berupaya memulihkan kondisi operasional di kilang Pulau Lavan agar kembali normal.

Situasi di lapangan kini dinyatakan telah terkendali sepenuhnya oleh personel keamanan dan tim pemadam kebakaran setempat.

Kabar mengenai rencana gencatan senjata antara Washington dan Teheran mendapatkan sambutan yang sangat positif dari pihak Kremlin.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan dukungan negaranya terhadap terciptanya stabilitas keamanan di wilayah Timur Tengah.

Rusia memandang bahwa perdamaian harus dibangun berdasarkan prinsip keadilan dan keseimbangan kepentingan bagi seluruh negara terkait.

Namun, Moskow juga memberikan catatan kritis mengenai upaya penyelesaian konflik yang sempat mengedepankan kekuatan angkatan bersenjata.

Operasi militer terhadap Iran akan tercatat dalam sejarah AS sebagai kegagalan daripada kemenangan.

Baca Juga: Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Krisis yang terjadi di Iran dianggap telah membedah banyak persoalan internal di dalam organisasi pertahanan internasional.

Intervensi dan ketegangan ini secara tidak langsung mengekspos titik lemah yang dimiliki oleh NATO, Uni Eropa, dan Inggris.

Banyak analis meragukan apakah pembicaraan yang akan berlangsung di Pakistan bisa membuahkan hasil jangka panjang bagi kawasan.

Beberapa pihak berpendapat bahwa peperangan di wilayah tersebut sebenarnya masih jauh dari kata berakhir sepenuhnya meski ada dialog.

Tak hanya itu, krisis Iran telah mengungkapkan kelemahan besar NATO, Uni Eropa, dan Inggris, bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan prospek pembicaraan AS-Iran di Pakistan, dan perang belum berakhir di kawasan tersebut.

Wacana mengenai pihak yang paling diuntungkan secara finansial dari konflik ini menjadi topik perdebatan hangat di kancah internasional.

Load More