- Masyarakat pesisir Lombok Timur berkomitmen memulihkan ekosistem mangrove guna mencegah banjir rob.
- Pemerintah desa menerbitkan aturan perlindungan mangrove dan membentuk kelompok pengawas untuk mencegah penebangan liar.
- Program rehabilitasi melalui teknik guludan telah berhasil menanam puluhan ribu pohon mangrove.
Suara.com - Salah satu desa di pesisir Kabupaten Lombok Timur, NTB, kini bersiap menyambut wajah baru. Masyarakat di sana kekinian mulai menunjukkan komitmen nyata dalam memulihkan ekosistem mangrove yang sempat terancam, demi menjaga keseimbangan alam dan ruang hidup mereka.
Sekretaris Desa setempat, Bambang Nurdiansyah, mengatakan masyarkat sudah mulai sadar salah satu penyebab banjir rob karena adanya ekosistem yang rusak.
Masyarkat kata Bambang, juga sudah mulai berkomitemen menjaga lingkungan setelah mendapat edukasi dan pendampingan dari Wahan Visi Indonesia (WVI) sejak Mei 2024.
"Dengan adanya edukasi dari teman-teman Wahana Visi, barulah ada kesadaran 'oh ternyata dampak dari kakek buyut kita yang (dulunya) punya kerjaan tebang akhirnya kita yang kena'," ujar Bamang usai meresmikan wisata Mangrove Seruni di Kabupaten Lombok Timur, Rabu (18/4/2026).
"Di situ kita berpikir jangan sampai besok anak cucuk kita yang kena. Kita investasi sekarang mulai penanaman (mangrove) kita dukung," katanya menambahkan.
Bambang menuturkan yang terpenting kekinian pola pikir warganya sudah mulai berubah dan lebih peduli dengan lingkungan.
Lebih lanjut, Bambang menyampaikan sebelum WVI masuk ke desa, warga setempat masih kerap melakukan penebangan mangrove.
"Setelah ada kegiatan (bersama WVI) ini, terus kita sudah SK-kan area restorasi mangrove dan pengembangan ekowisata ada Perdes-nya," kata dia.
Untuk mencegah adanya masyarkat bandel, pemerintah desa setempat juga telah membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas).
Baca Juga: Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Lewat Program Ayo Beraksi
Setiap hari, khususnya pada sore mereka bergantian patorli mengecek apakah ada penebangan pohon mangrove atau tidak.
"Sudah keliling Pokmaswas. Setiap sore keliling apakah masih ada yang ini (nebang). Kita juga tempel spannduk (berisi informasi dilarang menebang pohon). Itu salah satu pencegahan," kata dia.
Dulu Tebang Pohon
Di tempat yang sama, Kepala Dusun setempat, Lukman, menuturkan sebelum WVI melalui Mangrove Adaptive and Resilient Village for Enhanced Livelihoods (MARVEL) masuk kebanyakan masyrakat memanfaatkan pohon mangrove sebagai bahan bakarnya hingga digunakan untuk peralatan sampan.
"Jadi membuat mangrove kita cepat rusak," ujar Lukman.
Menurutnya, dengan hadirnya WVI melalui edukasi dan pendampinganya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingya menjaga kelestarian mangrove. Setelah itu masyarkat saat ini juga banyak melakukan kegiatan penanaman mangrove, terlebih program ini didukung penuh oleh pemerintah desa.
Berita Terkait
-
Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata di Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!
-
Studi: Karbon Biru Bisa Tekan Emisi Dunia, Mengapa Banyak Negara Belum Menggunakannya?
-
Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Lewat Program Ayo Beraksi
-
Ada Mangrove si Benteng Alami: Kenapa Suka Solusi Instan Jangka Pendek?
-
Fenomena Bulan Baru Bisa Picu Banjir Rob, 12 Wilayah Jakut Masuk Status Waspada hingga 16 Februari
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Siapa Sadiq al-Nabulsi? Tokoh Islam Terpandang Lebanon Tewas dalam Serangan Israel
-
Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?
-
Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat
-
China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus