- Reza Pahlavi menyerukan rakyat Iran melakukan kudeta untuk menggulingkan pemerintah yang dianggap semakin terisolasi pada Kamis, 9 April.
- Pahlavi menegaskan perubahan harus dilakukan oleh persatuan rakyat dari dalam negeri tanpa mengandalkan intervensi pihak asing.
- Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan negosiasi dengan Amerika Serikat terancam akibat pelanggaran kesepakatan oleh pihak Barat.
Suara.com - Putra mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi menyerukan provokasi terhadap rakyat Iran untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah saat ini.
Dalam pesannya, Pahlavi mengakui adanya rasa frustrasi terhadap peran Amerika Serikat dan Israel. Namun, ia menegaskan bahwa situasi ini bukan alasan untuk menyerah.
“Amerika Serikat dan Israel telah mengecewakan banyak dari kalian. Namun ini bukan waktu untuk putus asa, ini adalah waktu untuk keyakinan yang lebih besar akan kemenangan,” ujarnya dilansir dari Channel 14, Kamis (9/4).
Pahlavi menilai kondisi pemerintah Iran saat ini semakin terisolasi di tingkat regional maupun global.
Pavlavi menyebut tekanan yang terjadi selama konflik terakhir sebagai pencapaian belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pemerintah.
Menurutnya, momentum saat ini harus dimanfaatkan rakyat untuk bersatu.
Pahlavi meminta masyarakat menunggu momen penentu sebelum melancarkan langkah besar untuk melakukan kudeta dari dalam.
“Kita perlu memberikan pukulan terakhir kepada rezim yang melemah dan mengakhiri kekuasaannya,” tegas Pahlavi.
Pahlavi juga menekankan bahwa perubahan hanya bisa datang dari dalam negeri, bukan dari intervensi asing.
Baca Juga: Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Dalam pandangannya, kekuatan rakyat Iran menjadi faktor utama yang akan menentukan arah masa depan negara.
“Percayalah, tidak ada kekuatan di dunia yang mampu melawan Iran yang bersatu. Rezim ini tidak memiliki jalan keluar dan tidak akan bertahan kali ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa proses negosiasi dengan AS kini berada dalam ancaman serius.
Ghalibaf menilai pelanggaran terhadap poin-poin utama kesepakatan telah merusak fondasi dialog sejak awal.
“Dalam kondisi seperti ini, gencatan senjata bilateral atau negosiasi tidak masuk akal,” tegas Ghalibaf dalam pernyataan resminya.
Menurut Teheran, terdapat tiga pelanggaran utama yang dilakukan pihak Barat dan Israel.
Berita Terkait
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
IRGC Siapkan Balasan Mematikan Jika Gencatan Senjata Gagal
-
Selat Hormuz Bisa Dibuka Sebelum Pertemuan AS dan Iran di Pakistan
-
1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel
-
Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!