-
IRGC tetap siaga tempur meski ada kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Washington.
-
Operasi True Promise 4 menghancurkan 25 target termasuk kilang ExxonMobil dan Dow Chemical.
-
Iran bersumpah membalas setiap agresi pada tingkat lebih tinggi demi kedaulatan bangsa mereka.
Suara.com - Perang di kawasan Timur Tengah kembali memanas akibat pernyataan tegas dari militer elit Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC berkomitmen untuk tetap melakukan tindakan balasan militer.
Langkah ini diambil guna merespons setiap potensi ancaman yang mengarah langsung ke wilayah kedaulatan mereka.
Padahal sebelumnya pihak Teheran dan Washington sudah mengumumkan adanya kesepakatan mengenai gencatan senjata kedua belah pihak.
Namun IRGC menegaskan bahwa posisi militer mereka tidak akan goyah oleh diplomasi di atas kertas.
Pasukan pelindung negara ini mengaku hanya tunduk pada instruksi langsung dari otoritas tertinggi mereka.
"Para pelindung bangsa Iran yang tanpa pamrih kini telah melaksanakan perintah Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei. Kami tidak percaya pada janji. Kami akan menanggapi setiap agresi, bahkan di tingkat yang lebih tinggi," menurut pernyataan tersebut dikutip dari Sputnik.
Kutipan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kesepakatan damai tidak lantas membuat kewaspadaan Iran menurun.
IRGC menekankan bahwa kesiapan tempur mereka saat ini berada pada level tertinggi untuk menjaga keamanan.
Baca Juga: Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat
Pihak Teheran menyatakan akan selalu sigap memberikan pukulan balik jika ada pihak yang berani menyerang.
Baru-baru ini IRGC melaporkan telah sukses mengeksekusi gelombang ke-100 dari rangkaian Operasi True Promise 4.
Serangan skala besar ini menyasar sedikitnya 25 lokasi strategis yang tersebar di wilayah Timur Tengah.
Fokus utama dari operasi serangan udara semalam adalah melumpuhkan sektor energi yang vital di kawasan.
Setidaknya ada 13 instalasi energi penting yang menjadi sasaran utama rudal-rudal milik militer Iran tersebut.
Termasuk dalam daftar target tersebut adalah fasilitas petrokimia milik raksasa Amerika Serikat yakni ExxonMobil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN
-
Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa
-
Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah