News / Internasional
Kamis, 09 April 2026 | 06:16 WIB
Selat Hormuz
Baca 10 detik
  • Iran berencana membuka Selat Hormuz jika kesepakatan damai dengan Amerika Serikat tercapai.

  • Fasilitas kilang minyak di Pulau Lavan terbakar akibat serangan namun tidak ada korban.

  • Rusia mendukung gencatan senjata meskipun mengkritik kelemahan koordinasi militer NATO dan Barat.

Suara.com - Kabar segar muncul dari Teheran mengenai peluang normalisasi jalur perdagangan energi dunia yang sempat terhenti akibat konflik.

Seorang pejabat tinggi Iran memberikan bocoran kepada Reuters bahwa Selat Hormuz berpotensi kembali beroperasi normal secepatnya.

Keputusan krusial tersebut direncanakan akan dieksekusi pada hari Kamis atau Jumat mendatang sesuai perkembangan situasi keamanan.

Pembukaan jalur air strategis ini sangat bergantung pada tercapainya kerangka kerja gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Langkah diplomasi ini dijadwalkan akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan bilateral kedua negara di Pakistan.

Selama periode perang berlangsung, pemblokiran Selat Hormuz telah memicu guncangan hebat pada stabilitas pasar minyak mentah.

Dampak negatif tersebut tidak hanya dirasakan oleh negara kawasan, tetapi juga merusak tatanan pasokan gas internasional.

Sebagai bagian dari komitmen perdamaian, Teheran sepakat untuk menjamin keamanan setiap kapal yang melintasi jalur tersebut.

Proses teknis pembukaan kembali wilayah perairan ini nantinya akan dikawal ketat oleh koordinasi internal militer Iran.

Baca Juga: Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Di tengah kabar baik mengenai jalur laut, insiden kebakaran dilaporkan melanda infrastruktur energi milik pemerintah Iran.

Perusahaan Pengolahan dan Distribusi Minyak Nasional Iran mengonfirmasi adanya serangan terhadap fasilitas kilang di Pulau Lavan.

Peristiwa yang mengejutkan tersebut terjadi pada pagi hari tadi sekitar pukul 06:30 waktu GMT menurut laporan resmi.

Pihak otoritas segera bergerak cepat untuk memitigasi kerusakan yang lebih luas di area kilang minyak tersebut.

“Tim keamanan dan pemadam kebakaran sedang mengendalikan dan memadamkan api serta mengamankan fasilitas,” kata pernyataan perusahaan yang dimuat kantor berita Mehr.

Meskipun api sempat berkobar di area fasilitas vital, tidak ada laporan mengenai adanya pekerja yang menjadi korban.

Load More