-
Iran berencana membuka Selat Hormuz jika kesepakatan damai dengan Amerika Serikat tercapai.
-
Fasilitas kilang minyak di Pulau Lavan terbakar akibat serangan namun tidak ada korban.
-
Rusia mendukung gencatan senjata meskipun mengkritik kelemahan koordinasi militer NATO dan Barat.
Suara.com - Kabar segar muncul dari Teheran mengenai peluang normalisasi jalur perdagangan energi dunia yang sempat terhenti akibat konflik.
Seorang pejabat tinggi Iran memberikan bocoran kepada Reuters bahwa Selat Hormuz berpotensi kembali beroperasi normal secepatnya.
Keputusan krusial tersebut direncanakan akan dieksekusi pada hari Kamis atau Jumat mendatang sesuai perkembangan situasi keamanan.
Pembukaan jalur air strategis ini sangat bergantung pada tercapainya kerangka kerja gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Langkah diplomasi ini dijadwalkan akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan bilateral kedua negara di Pakistan.
Selama periode perang berlangsung, pemblokiran Selat Hormuz telah memicu guncangan hebat pada stabilitas pasar minyak mentah.
Dampak negatif tersebut tidak hanya dirasakan oleh negara kawasan, tetapi juga merusak tatanan pasokan gas internasional.
Sebagai bagian dari komitmen perdamaian, Teheran sepakat untuk menjamin keamanan setiap kapal yang melintasi jalur tersebut.
Proses teknis pembukaan kembali wilayah perairan ini nantinya akan dikawal ketat oleh koordinasi internal militer Iran.
Baca Juga: Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
Di tengah kabar baik mengenai jalur laut, insiden kebakaran dilaporkan melanda infrastruktur energi milik pemerintah Iran.
Perusahaan Pengolahan dan Distribusi Minyak Nasional Iran mengonfirmasi adanya serangan terhadap fasilitas kilang di Pulau Lavan.
Peristiwa yang mengejutkan tersebut terjadi pada pagi hari tadi sekitar pukul 06:30 waktu GMT menurut laporan resmi.
Pihak otoritas segera bergerak cepat untuk memitigasi kerusakan yang lebih luas di area kilang minyak tersebut.
“Tim keamanan dan pemadam kebakaran sedang mengendalikan dan memadamkan api serta mengamankan fasilitas,” kata pernyataan perusahaan yang dimuat kantor berita Mehr.
Meskipun api sempat berkobar di area fasilitas vital, tidak ada laporan mengenai adanya pekerja yang menjadi korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
Terkini
-
Demo di Depan DPR Besok, Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Surat Pemberitahuan yang Masuk
-
European Leagues Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA
-
Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar
-
Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya
-
Teknologi Mengubah Cara Belajar, Guru Kini Jadi Inovator di Era Digital
-
Empat Kali Ditangkap! Ini Garis Waktu Kasus Narkoba Revaldo: Penjara Tak Membuat Kapok
-
SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan
-
Kabut Asap Palembang Makin Mengkhawatirkan, Sekolah Tetap Masuk Pukul 08.00 WIB
-
Sifat-sifat Bunyi dan Cara Perambatannya
-
DPR Kawal Hak Karyawan PT Pos, Minta Pembayaran Rp158 M Segera Dituntaskan