News / Internasional
Kamis, 09 April 2026 | 10:52 WIB
Selat Hormuz (Google)
Baca 10 detik
  • Iran membuka rute alternatif Selat Hormuz demi menghindari risiko ranjau laut selama masa gencatan.

  • Donald Trump menunda serangan militer ke Iran setelah ada kesepakatan pembukaan akses Selat Hormuz.

  • Gencatan senjata dua pekan ini merupakan hasil mediasi pemimpin Pakistan antara Iran dan AS.

Keberhasilan negosiasi ini tidak lepas dari campur tangan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator di balik layar.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif bersama Marsekal Lapangan Asim Munir melakukan lobi intensif kepada pihak Washington untuk menahan serangan.

Upaya diplomatik ini bertujuan untuk mencegah pecahnya perang terbuka yang dapat mengganggu pasokan minyak mentah ke pasar dunia.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" kata Trump.

Pernyataan tegas tersebut mencerminkan posisi tawar Amerika Serikat dalam menekan Iran agar segera menormalisasi kondisi perairan internasional.

Dewan Keamanan Nasional Iran menyambut baik jeda kemanusiaan ini sebagai peluang untuk berdialog lebih lanjut dengan Washington.

Waktu selama empat belas hari akan dimanfaatkan secara optimal untuk mencari solusi permanen atas perselisihan kedua negara.

Kedua belah pihak membuka kemungkinan untuk memperpanjang durasi gencatan senjata jika terdapat progres positif dalam meja perundingan.

Masyarakat internasional kini terus memantau pergerakan kapal-kapal yang mulai memasuki rute alternatif di Selat Hormuz tersebut.

Baca Juga: Iran Menang Besar! Netanyahu Diserang dari Dalam, Trump Mau Dilengserkan

Hingga saat ini, kondisi di lapangan dilaporkan masih kondusif seiring dengan ditariknya beberapa armada tempur dari garis depan.

Reaksi pasar global menunjukkan tren positif setelah pengumuman dibukanya kembali akses transportasi laut paling penting di dunia ini.

Harga minyak mentah dunia mulai menunjukkan stabilisasi seiring dengan berkurangnya risiko blokade di wilayah Teluk.

Para ahli maritim tetap menyarankan agar setiap nakhoda kapal meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi saat melewati rute pengalihan.

Kerja sama teknis antara pengawas pelayaran regional menjadi kunci utama dalam menjamin kelancaran arus logistik di Selat Hormuz.

Harapannya, periode dua minggu ini mampu menghasilkan kesepakatan yang lebih stabil bagi keamanan jalur perdagangan energi internasional.

Load More