News / Internasional
Kamis, 09 April 2026 | 10:39 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth. [RollingStone]
Baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump mempertimbangkan penarikan Amerika Serikat dari NATO akibat kekecewaan terhadap minimnya dukungan militer sekutu Eropa di Iran.
  • Gedung Putih mengevaluasi masa depan aliansi tersebut setelah pertemuan Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada April 2026.
  • Pemerintah AS mempertimbangkan sanksi berupa penutupan pangkalan militer atau pemindahan pasukan dari negara yang menolak mendukung ofensif militer tersebut.

Suara.com - Pilar utama keamanan Barat selama beberapa dekade kini berada di ambang ketidakpastian besar. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mendiskusikan kemungkinan untuk menarik AS keluar dari NATO (North Atlantic Treaty Organization).

Ancaman ini muncul menyusul kekecewaan mendalam Gedung Putih terhadap para sekutu di Eropa yang enggan memberikan kontribusi militer aktif dalam konflik bersenjata antara AS-Israel melawan Iran.

Dalam sebuah pengarahan pers yang berlangsung pada hari Rabu (08/04/2026), Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memberikan gambaran tajam mengenai situasi ini.

Ia menyebut perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah sebagai sebuah "uji coba" bagi ketangguhan aliansi, namun menurutnya, NATO telah gagal dalam ujian tersebut.

Kritik tajam Leavitt disampaikan sesaat sebelum agenda pertemuan penting antara Presiden Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Gedung Putih.

Leavitt secara terbuka menyampaikan pandangan keras Trump terhadap organisasi yang selama ini dibiayai besar-besaran oleh dana pembayar pajak Amerika tersebut.

“Saya punya kutipan langsung dari presiden Amerika Serikat tentang NATO, dan saya akan membagikannya kepada Anda semua. Mereka telah diuji, dan mereka gagal.” tegas Leavitt di depan para jurnalis, dikutip via Reuters.

Ia menambahkan bahwa sangat menyedihkan melihat NATO seolah-olah membelakangi rakyat Amerika selama enam minggu terakhir.

Padahal, rakyat Amerikalah yang selama ini mendanai pertahanan mereka. Menurut Leavitt, Trump telah menyiapkan diri untuk melakukan “a very frank and candid conversation” dengan Rutte guna membahas masa depan kemitraan ini.

Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran: Daftar 10 Tuntutan Teheran yang Disetujui Trump dan Fakta Terbarunya

Pertemuan Trump dan Mark Rutte: Dialog Terbuka Namun Mengecewakan

Mark Rutte, yang baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan Trump, memberikan tanggapan melalui wawancara dengan saluran berita CNN.

Ia mengakui bahwa pertemuan tersebut berlangsung secara “frank and open”. Rutte mencoba mendinginkan suasana dengan menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Trump, sembari menjelaskan bahwa anggota NATO sebenarnya telah memberikan bantuan dalam bentuk logistik dan akses ke pangkalan-pangkalan militer.

Namun, pembawa acara CNN, Jake Tapper, mengejar isu krusial mengenai rencana penarikan diri AS. Menanggapi pertanyaan apakah Trump berniat keluar dari NATO, Rutte menjawab dengan nada diplomatis namun penuh kehati-hatian.

“Jelas ada kekecewaan. Tetapi pada saat yang sama, dia juga mendengarkan dengan saksama argumen saya tentang apa yang sedang terjadi.,” ujar Rutte sebelum beralih memberikan pujian terhadap peran kepemimpinan Amerika Serikat.

Meskipun Rutte sering memperingatkan bahwa NATO “will not work” tanpa dukungan penuh Amerika, posisi sekutu Eropa tetap pada pendirian untuk tidak terlibat langsung dalam ofensif militer di Iran.

Load More