- Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban longsor di Desa Mekar Rahayu, Sumedang, pada Kamis siang hari kedua operasi.
- Proses evakuasi terkendala oleh kondisi material longsoran yang labil, cuaca tidak menentu, serta keterbatasan alat berat di lokasi.
- Operasi pencarian resmi dihentikan setelah korban ditemukan dan diserahterimakan kepada keluarga untuk proses identifikasi luar tanpa otopsi.
Suara.com - Upaya pencarian korban longsor di Desa Mekar Rahayu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua operasi. Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban yang sebelumnya dilaporkan tertimbun material longsoran.
Komandan Rescue SAR Bandung Idham Pratama menyampaikan korban ditemukan pada Kamis siang dan langsung dievakuasi dari lokasi kejadian.
“Alhamdulillah, tadi proses evakuasi korban, satu orang korban telah berhasil kita evakuasi bersama. Tepatnya pada pukul 14.39 WIB, kemudian sudah diserahterimakan kepada keluarga korban,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/4/2026).
Dengan ditemukannya korban di titik terakhir berdasarkan keterangan keluarga, operasi pencarian pun resmi dihentikan. Tim memastikan tidak ada lagi korban lain yang tertimbun di lokasi longsor tersebut.
Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Tim SAR harus menghadapi berbagai kendala di lapangan, mulai dari kondisi material longsoran yang labil, cuaca yang tidak menentu, hingga keterbatasan peralatan.
"Keterbatasan alat karena memakai manual ini menjadi kendala, alat berat tidak bisa masuk. Selain itu faktor material longsoran dan kondisi cuaca jadi hambatan," ujar Idham Pratama.
Sementara itu, Kapolsek Sumedang Selatan Sukardi mengatakan pihak kepolisian segera berkoordinasi untuk penanganan lanjutan setelah jenazah korban ditemukan.
“Setelah jenazah ditemukan, kami laporkan kepada pimpinan untuk tindak lanjut penanganan. Selanjutnya akan dilakukan identifikasi luar tanpa otopsi, dengan pertimbangan pihak keluarga tidak berkenan,” ucapnya.
Ia menambahkan, keputusan tersebut telah dikomunikasikan dengan pihak keluarga dan mendapat persetujuan. Keluarga korban juga bersedia menunggu proses identifikasi selesai sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Gigs Skena Bawah Tanah Tangerang Batal Akibat Venue Longsor, 2 Mobil Terjun Bebas
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko bencana longsor di wilayah rawan, terutama saat kondisi cuaca yang tidak menentu masih terjadi di sejumlah daerah.
Tag
Berita Terkait
-
Gigs Skena Bawah Tanah Tangerang Batal Akibat Venue Longsor, 2 Mobil Terjun Bebas
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan
-
Hutama Karya Jamin Jalur TarutungSibolga Siap Dilalui Pemudik
-
Anggota Komisi XII DPR Desak Reformasi Pengelolaan Sampah Usai Tragedi Longsor di Bantar Gebang
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Empat Korban Kebakaran SPBE Cimuning Meninggal Dunia
-
Pembobol Rumah Kosong di Tangerang Terungkap, Pelaku Dibekuk Saat Bersembunyi di Jakarta Timur
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Gibran Sambut Usulan DPR, Ajak Lembaga Negara Mulai Berkantor di IKN
-
Gibran Dorong Hakim Ad Hoc di Kasus Andrie Yunus: Jaga Marwah Hukum, Jawab Keraguan Publik
-
Dorong Transisi Energi, Prabowo Minta Daerah dan TNI Serap Bus-Truk Listrik Buatan Lokal
-
Akses Terputus, Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Desak Pembangunan Jembatan Darurat
-
Banjir Rob di Semarang Bikin Tekor Rp848 Miliar: Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian SMBC Corporation, Dorong Inklusi Keuangan dan Ekonomi
-
Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk