-
PM Lebanon meminta Pakistan mendukung penghentian serangan militer Israel terhadap warga sipil Beirut.
-
Pakistan berperan sebagai mediator kunci dalam gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
-
Israel mengecualikan Lebanon dari gencatan senjata karena faktor keterlibatan gerakan Hizbullah.
Namun, di tengah angin segar gencatan senjata tersebut, serangan militer justru menghantam Lebanon selatan.
Pesawat tempur dan artileri milik Israel dilaporkan membombardir puluhan permukiman di wilayah tersebut.
Salah satu kota besar yang menjadi sasaran utama dari gempuran militer ini adalah kota Tyre.
Serangan ini terjadi di hari yang sama saat pengumuman pembukaan Selat Hormuz disiarkan ke publik.
Kondisi di lapangan menunjukkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah akibat ledakan artileri tersebut.
Ketegangan semakin memuncak ketika Donald Trump memberikan pernyataan terkait cakupan wilayah gencatan senjata.
Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran.
Alasan utamanya adalah adanya keterlibatan gerakan Hizbullah yang aktif di wilayah kedaulatan Lebanon tersebut.
Hal ini menciptakan celah besar dalam upaya perdamaian yang sedang diusahakan oleh para mediator internasional.
Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Tanker Terpaksa Putar Balik di Oman
Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari pihak Teheran yang merasa kesepakatan telah dikhianati.
Pihak Iran menilai berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon sebagai sebuah tindakan provokatif.
Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai pihaknya dengan Washington.
Ketidakpastian ini membuat posisi Lebanon semakin terjepit di tengah konflik kepentingan kekuatan besar.
Oleh karena itu, dukungan Pakistan sangat diharapkan untuk menekan Israel agar segera menghentikan operasinya.
Tanpa adanya tekanan internasional, dikhawatirkan jumlah korban sipil di Lebanon akan terus bertambah.
Pemerintah Lebanon tetap optimis bahwa jalur diplomatik masih bisa menjadi solusi terbaik saat ini.
Keamanan warga sipil menjadi prioritas utama yang harus diperjuangkan oleh PM Nawaf Salam.
Dunia kini menanti bagaimana Pakistan akan merespons permintaan bantuan dari negara sahabat tersebut.
Upaya gencatan senjata yang menyeluruh sangat dibutuhkan untuk mencegah perang yang lebih luas.
Keseimbangan stabilitas di Timur Tengah saat ini bergantung pada efektivitas negosiasi antar negara kunci.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri