-
Mojtaba Khamenei mengklaim Iran menang telak atas agresi militer Amerika Serikat dan Israel.
-
Gencatan senjata terancam gagal total akibat serangan udara Israel yang menewaskan ratusan warga Lebanon.
-
Iran bersiap memulai fase baru di Selat Hormuz sambil menuntut kompensasi kerusakan perang.
Sebelumnya, melalui bantuan mediasi dari Pakistan, Teheran dan Washington telah menyetujui penghentian kontak senjata selama dua minggu penuh.
Kesepakatan sementara ini bertujuan memberikan ruang bagi para diplomat untuk mencari jalan keluar permanen guna menghindari krisis energi global.
Sebagai bagian dari komitmen awal, pihak Iran setuju untuk membuka kembali akses bagi kapal-kapal komersial yang melintasi jalur laut tersebut.
Muncul laporan bahwa Teheran akan memberlakukan tarif khusus bagi setiap kapal yang lewat guna membiayai pemulihan infrastruktur negara mereka.
Namun, ketenangan ini dianggap semu karena militer Iran tetap dalam posisi siaga penuh untuk melakukan serangan balasan seketika.
Khamenei memperingatkan dengan nada yang sangat serius bahwa jeda pertempuran ini bisa berakhir kapan saja jika pihak lawan berulah.
“Tangan kami berada di atas pelatuk,” ujar Khamenei untuk menggambarkan betapa tingginya tensi militer yang mereka siapkan saat ini.
Kekhawatiran ini terbukti beralasan setelah serangan udara masif yang dilancarkan Israel ke wilayah Lebanon baru-baru ini.
Serangan mematikan yang merenggut ratusan nyawa tersebut kini menjadi batu sandungan besar bagi kelangsungan perjanjian gencatan senjata.
Baca Juga: Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran
Terdapat perbedaan persepsi yang sangat tajam antara Iran dan Amerika Serikat mengenai apakah Lebanon termasuk dalam cakupan wilayah damai.
Bagi Iran dan Pakistan, stabilitas di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata yang telah ditandatangani.
Sebaliknya, pihak Israel dan Amerika Serikat bersikukuh bahwa operasi militer di Lebanon adalah hal yang terpisah dari urusan dengan Iran.
Meski terjadi perdebatan diplomatik, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah meninggalkan sekutu-sekutu regional mereka dalam kondisi apa pun.
Ia menyatakan tidak akan “melepaskan hak-hak kami yang sah dalam keadaan apa pun, dan dalam hal ini, kami menganggap seluruh front perlawanan sebagai satu kesatuan.”
Pernyataan ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Iran akan terus memberikan dukungan penuh bagi pejuang di Lebanon menghadapi serangan Israel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Jakarta Lancar Berkat ASN WFH, Tapi Kenapa Slipi-Semanggi Tetap Padat? Ini Penyebabnya Kata Polisi!
-
Riset: Perempuan Jadi Garda Terdepan Jaga Hutan dan Ketahanan Iklim
-
Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris
-
Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!
-
Kejagung Ungkap Peran Riza Chalid dalam Korupsi Petral: Atur Tender Lewat Bocoran Info Rahasia
-
Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz
-
Hari Pertama ASN WFH, Ditjen Imigrasi Pastikan Layanan Paspor hingga Pengawasan Tetap Normal
-
Akhirnya Bicara! Melania: Saya Bukan Hadiah Jeffrey Epstein untuk Donald Trump
-
ASN Mulai WFH, KemenPPPA Garansi Layanan Pengaduan Kekerasan Tetap Beroperasi Normal
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!