-
Trump mendesak Iran menghentikan pungutan liar terhadap kapal tanker di wilayah Selat Hormuz.
-
Iran dan Amerika Serikat sepakat melakukan gencatan senjata dua pekan di Islamabad Pakistan.
-
Teheran menganggap serangan berkelanjutan Israel di Lebanon sebagai pelanggaran nyata kesepakatan gencatan senjata.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan adanya informasi mengenai biaya ilegal yang ditarik oleh pihak Iran di Selat Hormuz.
Ketegangan di jalur perdagangan laut internasional kembali memanas setelah munculnya kabar mengenai pungutan liar terhadap armada kapal tanker.
Wilayah perairan tersebut merupakan jalur vital bagi distribusi energi dunia yang sangat sensitif terhadap gangguan keamanan maupun finansial.
Trump memberikan peringatan yang sangat tegas melalui platform media sosial miliknya agar aktivitas penarikan biaya tersebut segera diakhiri.
Ia menekankan bahwa praktik semacam itu tidak dapat ditoleransi demi menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan Timur Tengah.
"Ada laporan bahwa Iran mengenakan biaya kepada kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Sebaiknya mereka tidak melakukan itu dan, jika mereka melakukannya, sebaiknya hentikan sekarang!" tulis Trump di Truth Social.
Pernyataan ini muncul di tengah upaya diplomatik yang sebenarnya sedang dijajaki oleh kedua negara yang telah lama berseteru.
Sebelumnya pada Selasa (7/4) malam waktu setempat, Trump mengklaim telah mencapai kesepakatan penting terkait meredanya konflik fisik secara sementara.
Ia menyebutkan bahwa dirinya telah menyetujui gencatan senjata bilateral yang direncanakan berlangsung selama durasi dua pekan ke depan.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz
Selain gencatan senjata, Trump menginformasikan bahwa Teheran sudah memberikan lampu hijau untuk kembali membuka akses di Selat Hormuz.
Langkah berani ini diikuti dengan pengumuman lokasi pertemuan formal antara perwakilan kedua negara dalam waktu dekat.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memberikan konfirmasi bahwa mereka bersedia menjalin dialog langsung dengan pihak Amerika Serikat.
Islamabad yang merupakan ibu kota Pakistan telah dipilih sebagai lokasi netral untuk menggelar pembicaraan penting pada hari Jumat.
Proses rekonsiliasi ini ternyata mendapatkan dukungan penuh dari otoritas tertinggi yang ada di dalam struktur pemerintahan Iran.
Keputusan krusial untuk menempuh jalan negosiasi dan menerima gencatan senjata tersebut bukan merupakan keputusan sepihak dari presiden saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri