- Gubernur Pramono Anung menyatakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aplikasi JAKI di Jakarta tetap stabil meski terdapat kasus manipulasi laporan.
- Kurangnya supervisi pejabat kelurahan terhadap petugas lapangan memicu tindakan manipulasi laporan yang merusak integritas layanan birokrasi pemerintah daerah.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencopot oknum pejabat terkait dan memberikan peringatan keras untuk mencegah terulangnya praktik manipulasi serupa.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan aduan melalui aplikasi JAKI tetap terjaga pasca skandal foto manipulasi AI di Kalisari, Jakarta Timur.
Pramono menegaskan bahwa grafik aduan dari penduduk Jakarta tidak menunjukkan adanya penurunan yang signifikan meskipun diterpa skandal.
"Laporan warga ke JAKI tidak turun, karena JAKI itu kami pantau setiap hari," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Namun, temuan manipulasi laporan di wilayah Kalisari membuka fakta bahwa hal itu merupakan pola lama yang dilakukan oleh oknum serupa.
Kurangnya supervisi dari pejabat tingkat kelurahan dituding menjadi penyebab utama para petugas lapangan bisa bertindak di luar aturan.
"Artinya kontrol yang tidak baik, baik itu dari lurah yang bertanggung jawab, kasi pemerintahan, kasi ekonomi dan pembangunan, menyerahkan sepenuhnya kepada PPSU," jelas Pramono.
Sebagai langkah nyata dalam menjaga integritas pelayanan, Pemprov DKI Jakarta telah mencopot sejumlah pejabat yang dinilai paling bertanggung jawab.
Pramono menekankan bahwa kredibilitas aplikasi JAKI sangat krusial karena merupakan representasi dan wajah dari pengelolaan birokrasi di Jakarta.
"Ini adalah wajah Jakarta, ini adalah kepercayaan tentang Jakarta. Kami mengambil tindakan tegas dan untuk itu tidak boleh terulang kembali," tambahnya.
Baca Juga: DPRD DKI Kritik Perizinan Rumah Ibadah di Jakarta yang Masih Berlarut-Larut
Otoritas ibu kota juga berencana mengumpulkan seluruh elemen petugas lapangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh pada pekan mendatang.
Peringatan keras akan diberikan agar tidak ada lagi oknum yang berani merusak sistem kepercayaan yang sudah dibangun antara pemerintah dan masyarakat.
"Saya akan menyampaikan dan memberikan memperingatkan kepada siapa pun yang akan melakukan itu, sekali lagi, kami tidak akan memberikan maaf jadi langsung kami berhentikan," tegasnya.
Pramono mengakhiri keterangannya dengan ultimatum bahwa tindakan tegas tanpa ampun berlaku bagi seluruh wilayah tanpa terkecuali.
Termasuk temuan terbaru tentang dugaan manipulasi timestamp foto untuk laporan penindakan aduan di JAKI, yang diviralkan di media sosial dan diduga melibatkan oknum dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan.
"Pokoknya semua yang melakukan itu, mau di Jakarta Selatan maupun di Kalisari, di mana saja, kami akan mengambil tindakan tegas. Tidak ada kompromi untuk itu," pungkas Pramono.
Berita Terkait
-
DPRD DKI Kritik Perizinan Rumah Ibadah di Jakarta yang Masih Berlarut-Larut
-
Sosok Lurah Kalisari yang Dinonaktifkan Gegara Foto AI, Kantongi Gaji Fantastis Tiap Bulan
-
Bukan Cuma AI, Petugas Dishub Jaksel Diduga Curangi Laporan JAKI Pakai Modus 'Timestamp'
-
Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta
-
Pramono Desak Polisi Usut Begal Sadis Petugas Damkar di Gambir: Tak Boleh Ada Main Hakim Sendiri!
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon
-
Aktivis: Dasco Sering Hadiri Diskusi Informal Lintas Spektrum Politik Demi Serap Kritik
-
Siswi SMP Kalideres Diduga Jadi Korban Pelecehan saat Pulang Sekolah, Ini Hasil Temuan Polisi
-
Hasil Dialog Pandji Pragiwaksono Soal Kasus Mens Rea, Diminta Tobat dan Berakhir Sejuk
-
Haji Tanpa Antre? Kemenhaj Godok Skema 'War Tiket' Arahan Prabowo, Begini Mekanismenya
-
Mendagri Ingatkan Pemda Kreatif Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah
-
Buka Musrenbang Provinsi Sulut, Mendagri Ajak Pemda Tangkap Program Prioritas Nasional
-
TAUD Resmi Tempuh Laporan Polisi Model B Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Dukung Resiliensi UMKM di Era Perubahan, Shopee & JNE Gelar Pelatihan Bagi Puluhan Pengusaha Lokal
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Tanker Terpaksa Putar Balik di Oman