Suara.com - Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Dengan dukungan pemerintah, kondisi stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat kuat dan terkendali, sehingga mampu menjadi fondasi utama dalam menghadapi tekanan iklim dan dinamika global.
Di tengah potensi kemarau panjang akibat El Nino, ketersediaan beras nasional saat ini berada dalam kondisi terjaga. Cadangan beras tercatat sekitar 4,6 juta ton dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan. Penguatan stok ini didukung oleh penyerapan hasil panen petani dalam negeri serta pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah oleh Perum Bulog, yang terus memastikan pasokan tetap tersedia merata hingga ke seluruh pelosok Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog Dr. Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya menegaskan bahwa meskipun berbagai ancaman Elnino nyata, kondisi stok beras nasional tetap berada dalam posisi aman.
“Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 11 bulan ke depan. El Nino diperkirakan enam bulan, jadi insya Allah pangan kita aman,” ujar Ahmad Rizal.
Lebih lanjut Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa capaian stok beras yang tinggi merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, khususnya dalam optimalisasi penyerapan hasil panen petani dalam negeri.
“Dengan stok beras yang kuat ini, kami optimistis dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagaimana yang dicanangkan pemerintah,” tambahnya.
Perum Bulog bersama pemerintah terus memperkuat strategi pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah melalui peningkatan serapan dalam negeri, distribusi yang merata, serta penguatan sistem logistik pangan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga, bahkan dalam situasi tekanan iklim ekstrem sekalipun.
Ke depan, Bulog akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi dampak kemarau panjang, sekaligus mendukung berbagai langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan stabilitas pangan nasional tetap terjaga.***
Baca Juga: Tak Hanya Listrik, Energi Panas Bumi Bisa untuk Ketahanan Pangan
Berita Terkait
-
Tak Hanya Listrik, Energi Panas Bumi Bisa untuk Ketahanan Pangan
-
Jaga Ketahanan Pangan ASEAN, Pupuk Indonesia Bentuk SEAFA Bersama Petronas dan BFI
-
Mentan: Cadangan Beras Tembus Jutaan Ton, Stok Pangan Aman hingga Tahun Depan
-
Mentan Amran Sulaiman Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino Godzilla
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat
-
Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi
-
Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan
-
Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini
-
Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun
-
Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat
-
Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap
-
WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
-
Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng