- Kementerian Agama memastikan kebijakan WFH hari Jumat bagi ASN tidak mengganggu layanan publik sektor keagamaan di Jakarta.
- Layanan legalisasi buku nikah tetap beroperasi normal melalui penyesuaian jadwal operasional kerja dari hari Senin hingga Jumat.
- Direktorat Bina KUA tetap memprioritaskan akses layanan masyarakat yang cepat dan responsif meski menerapkan pola kerja fleksibel.
Suara.com - Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat tidak mengganggu layanan publik di sektor keagamaan. Kementerian Agama menegaskan layanan legalisasi buku nikah tetap beroperasi normal dengan jadwal yang telah disesuaikan.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Ahmad Zayadi, menyebut pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama meski ada perubahan pola kerja.
“Pelayanan kepada umat harus tetap berjalan. KUA dan layanan Bimas Islam adalah garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujar Zayadi di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, layanan legalisasi buku nikah tetap dibuka di Loket Pelayanan Publik Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah yang berlokasi di Gedung Kementerian Agama, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta Pusat.
Terkait jam operasional, Kemenag menetapkan penyesuaian tanpa menghentikan layanan. Masyarakat tetap dapat mengakses layanan pada hari kerja dengan waktu operasional Senin–Kamis pukul 08.00–14.00 WIB dan Jumat pukul 08.00–11.00 WIB.
Penyesuaian ini dilakukan seiring penerapan WFH setiap Jumat, namun dipastikan tidak mengurangi kualitas pelayanan.
“WFH bukan berarti pelayanan berhenti. Justru kita pastikan layanan tetap hadir, baik melalui mekanisme langsung maupun penguatan sistem kerja yang adaptif,” kata Zayadi.
Menurut dia, transformasi yang dilakukan pemerintah juga berdampak pada peran Kantor Urusan Agama (KUA) yang kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pencatatan pernikahan, tetapi berkembang menjadi pusat layanan keagamaan di tingkat kecamatan.
Penguatan layanan, termasuk legalisasi buku nikah, menjadi bagian dari upaya Kemenag untuk memastikan akses masyarakat tetap mudah, cepat, dan responsif, meski pola kerja ASN mulai bergeser ke sistem yang lebih fleksibel.
Baca Juga: Jakarta Lancar Berkat ASN WFH, Tapi Kenapa Slipi-Semanggi Tetap Padat? Ini Penyebabnya Kata Polisi!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Begal Urusan Polisi Bukan TNI! Koalisi Sipil Kritik Keras Watak 'Over-Reactive' Negara
-
SNBT 2026 Meledak! Nyaris 900 Ribu Orang Rebutan Kursi PTN, Masih Berani Bersaing?
-
Tok! Habiburokhman Pegang Kendali Panja Revisi UU Polri, Ini Daftar Lengkap Anggotanya
-
Sengaja Dibiarkan Membusuk! Dompet Dhuafa Bongkar Siasat Israel Hambat Bantuan Gaza
-
Alasan Menkum Supratman Tambah Usia Pensiun Polisi: Angka Harapan Hidup Orang Indonesia Panjang
-
Tangan Ditarik Sampai Bunyi 'Krek', Relawan Dompet Dhuafa Ceritakan Detik-detik Sendi Dipatahkan IDF
-
Bayang-bayang 5 Tahun Bui, Nasib Eks Wamenaker Noel Diputus Hakim Pekan Depan
-
Sentil Budaya Rangking, Menteri Abdul Muti: Membandingkan Nilai Murid Itu Pemicu Bullying
-
Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran Tiba di Istiqlal Besok, Menag: Ini Kelas Berat Satu Ton Lebih!
-
Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules