News / Nasional
Jum'at, 10 April 2026 | 12:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun ke lapangan meninjau pengerukan Kanal Banjir Barat (KBB), meski bertepatan dengan hari pertama pemberlakuan kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat (10/4/2026). [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proyek pengerukan Kanal Banjir Barat pada Jumat, 10 April 2026 demi mengatasi banjir.
  • Proyek pengerukan sepanjang segmen Pintu Air Manggarai hingga Roxy ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu satu tahun penuh.
  • Pengerjaan normalisasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas tampung air serta meminimalisir ancaman genangan di sejumlah wilayah ibu kota Jakarta.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memilih tetap turun ke lapangan untuk meninjau pengerukan Kanal Banjir Barat (KBB), meski bertepatan dengan hari pertama pemberlakuan kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat (10/4/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan proyek strategis di segmen Pintu Air Manggarai hingga Jalan Kyai Tapa (Roxy) berjalan tanpa kendala demi mengatasi persoalan banjir Jakarta.

“Di sini lah pertemuan Sungai Ciliwung dan Kali Krukut, yang sudah cukup lama tidak dikeruk,” ujarnya.

Pramono menargetkan pengerukan besar-besaran ini rampung dalam kurun waktu satu tahun sebagai upaya mitigasi risiko bencana yang mumpuni.

“Kami akan berkonsentrasi selama satu tahun untuk pengerukan di Kanal Banjir Barat ini, yang merupakan hilir dari Kali Ciliwung dan Kali Krukut,” lanjut politisi PDIP tersebut.

Aliran Kanal Banjir Barat yang memiliki lebar antara 30 hingga 100 meter direncanakan akan dikeruk dengan total volume mencapai 179.269 meter kubik.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membagi pengerjaan ini dalam tiga segmen utama, mulai dari Pintu Air Manggarai hingga wilayah Roxy.

Saat ini, pengerjaan tengah difokuskan pada segmen ketiga sepanjang 3.850 meter dengan target volume sedimen mencapai 165.381 meter kubik.

Berdasarkan data hingga Kamis (9/4/2026), progres pengerukan telah mencapai 1.609 meter kubik di tengah penggunaan alat berat yang masif.

Baca Juga: WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi

Sebanyak enam unit ekskavator jenis amfibi dan long arm serta 30 unit truk pengangkut dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi tersebut.

Pramono menegaskan proyek ini merupakan prioritas utama yang tidak boleh mengalami penundaan karena sangat krusial bagi warga Jakarta.

“Ini tidak boleh gagal dan tidak boleh mundur. Ini menjadi prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” tegasnya.

Ia pun telah menginstruksikan Wali Kota Jakarta Pusat dan Dinas Sumber Daya Air untuk melakukan pengawasan melekat agar target tercapai tepat waktu.

Pengerukan ini diharapkan mampu memulihkan kapasitas tampung air serta melenyapkan tumpukan sampah dan lumpur yang selama ini menyumbat aliran.

Sejumlah wilayah mulai dari Setiabudi hingga Grogol Petamburan diharapkan segera terbebas dari ancaman genangan setelah proyek ini tuntas.

Load More