- Siswa kelas IX SMP Islamic Center Siak berinisial MA meninggal dunia akibat ledakan senapan rakitan saat ujian IPA.
- Senapan rakitan berisi material plastik, besi, dan bubuk hitam tersebut meledak saat dipraktikkan korban pada 8 April 2026.
- Polres Siak menyelidiki unsur kelalaian serta menyediakan pendampingan psikologis bagi siswa terdampak trauma di sekolah tersebut.
Suara.com - Sebuah insiden tragis mengguncang SMP Islamic Center (Sains Tahfiz) di Kabupaten Siak, Riau. Seorang siswa kelas IX berinisial MA (15) meninggal dunia saat mengikuti ujian praktik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Rabu (8/4/2026).
“ Saat itu, korban bersama rekan sekelompoknya tengah menjalani ujian praktik mata pelajaran IPA,” kata Kasatreskrim Polres Siak AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais, dikutip Jumat (10/4/2026).
MA tewas setelah alat peraga sains buatannya yang berupa senapan rakitan meledak dan melukai bagian vital tubuhnya. Berikut fakta-fakta terkait peristiwa memilukan tersebut.
1. Kronologi Saat Ujian Praktik IPA
Peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 10.30 WIB saat ujian praktik sains yang diikuti lima kelompok siswa tengah berlangsung. Kelompok yang dipimpin MA mendapat giliran pertama untuk mempresentasikan hasil karya mereka.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais mengungkapkan, korban berperan sebagai peraga dan sempat melakukan uji tembak menggunakan senapan rakitan buatannya.
Namun, saat tembakan dilepaskan, senapan tersebut justru meledak. Ledakan itu menimbulkan asap pekat dan suara dentuman keras yang disertai berhamburannya material dari alat tersebut.
2. Sempat Meminta Teman-temannya Menjauh
Sebelum memperagakan alatnya, MA sempat meminta teman-teman satu kelompoknya untuk menjauh dari lokasi peragaan. Dalam satu kelompok tersebut terdapat sembilan orang siswa.
Baca Juga: Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan
Permintaan itu dilakukan karena MA akan memperagakan sendiri senapan 3D rakitan yang dibuatnya. Namun nahas, ledakan justru mengenai dirinya sendiri.
3. Komponen Senjata: Plastik 3D dan Bubuk Hitam
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga menjadi pemicu ledakan.
Komponen senapan tersebut terdiri dari bagian plastik, potongan besi, serta bubuk hitam yang digunakan sebagai bahan pemicu.
“Kami sudah melakukan olah TKP, dan benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan,” kata AKP Raja Kosmos.
4. Senjata Bukan Bagian dari Kurikulum Sekolah
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon