-
Sepuluh ribu warga Palestina masih tertimbun di bawah reruntuhan meskipun gencatan senjata berlangsung.
-
Minimnya alat berat dan prioritas politik menghambat evakuasi ribuan jenazah dari puing bangunan.
-
Agresi Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 72.000 orang sejak Oktober 2023 lalu.
“Tidak ada yang masuk ke Gaza kecuali peralatan terbatas yang dibawa untuk komite Mesir dan tim Bulan Sabit Merah untuk mengambil tawanan Israel,” kata Mahmoud Basal.
Mahmoud menambahkan dengan nada kecewa, “Setelah jenazah-jenazah itu ditemukan, file tersebut ditutup.”
Ancaman Nyata di Tengah Status Gencatan Senjata
Kondisi di satu blok apartemen di Bureij menunjukkan masih ada setidaknya 50 jenazah yang belum tersentuh sama sekali sejak akhir tahun lalu.
Gencatan senjata yang seharusnya menjadi momentum pemulihan justru tidak membawa perubahan signifikan pada akses alat berat untuk evakuasi warga lokal.
Di tengah ketidakpastian tersebut, serangan-serangan sporadis dari pasukan Israel dilaporkan masih terus merenggut nyawa warga sipil.
Seorang siswi muda baru-baru ini tewas ditembak saat sedang mengikuti kegiatan belajar di dalam tenda di wilayah Beit Lahiya, Gaza Utara.
Kejadian ini mempertegas bahwa ruang aman bagi warga Palestina tetap sangat terbatas meskipun kesepakatan damai secara resmi telah ditandatangani.
Penjajahan Ruang dan Dampak Agresi yang Masif
Baca Juga: Aksi Jumat untuk Palestina di depan Kedubes AS
Israel tercatat masih menduduki lebih dari separuh wilayah Jalur Gaza dan menghancurkan sebagian besar struktur bangunan di area tersebut.
Penduduk dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka sementara proses identifikasi dan pengangkatan jenazah dari bawah reruntuhan berjalan sangat lambat.
Data terbaru menunjukkan sejak gencatan senjata dimulai, sebanyak 738 orang tewas dan 2.036 lainnya mengalami luka-luka akibat berbagai insiden keamanan.
Otoritas setempat hanya mampu mengangkat 759 jenazah dari reruntuhan di seluruh wilayah Gaza selama periode tenang yang semu ini.
Skala kehancuran total akibat perang ini telah merenggut lebih dari 72.317 nyawa warga Palestina dengan angka luka-luka mencapai ratusan ribu orang.
Konflik yang pecah pada Oktober 2023 telah memicu krisis kemanusiaan terbesar di kawasan tersebut dengan kehancuran infrastruktur sipil yang hampir total.
Gencatan senjata yang dimediasi internasional sejatinya bertujuan untuk menghentikan pertumpahan darah dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah yang terkepung.
Namun, hambatan birokrasi dan kendali militer atas perbatasan membuat proses pemulihan, termasuk evakuasi ribuan jenazah yang tertimbun puing, menjadi agenda yang terus terabaikan.
Hingga hari ini, Gaza tetap menjadi wilayah dengan jutaan ton reruntuhan yang menyembunyikan ribuan nyawa yang belum sempat didoakan di liang lahat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas