- Presiden AS Donald Trump menonton pertandingan UFC di Miami bersama Marco Rubio pada Sabtu, 11 April 2026.
- Trump bersikap santai meski sedang berlangsung perundingan perdamaian yang krusial antara Amerika Serikat dan pihak Iran.
- Wakil Presiden JD Vance mengonfirmasi bahwa belum ada kesepakatan damai yang tercapai dalam perundingan di Pakistan tersebut.
Suara.com - Di saat para utusannya tengah berunding alot di Pakistan untuk mencari jalan damai dengan Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump justru terlihat santai dan menikmati waktunya dengan menonton pertandingan Ultimate Fighting Championship (UFC) di Miami.
Trump hadir di acara tersebut bersama salah satu orang kepercayaannya, Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada Sabtu (11/4/2026) malam waktu setempat.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar, keduanya tampak asyik berbincang sebelum Trump menoleh ke arah penonton dan mengepalkan tinjunya sambil tersenyum.
Sikap santai Trump ini semakin dipertegas oleh pernyataannya kepada wartawan sebelum ia berangkat ke Miami.
Saat ditanya mengenai perkembangan negosiasi yang sedang berlangsung, ia memberikan jawaban yang terkesan tidak peduli.
Dia mengatakan bahwa 'tidak ada bedanya bagi saya' apakah kesepakatan damai antara AS dan Iran pada akhirnya akan tercapai atau tidak.
Pemandangan di arena UFC pun semakin menarik. Wakil Presiden JD Vance, yang juga hadir, sempat mengumumkan melalui layar besar di arena bahwa belum ada kesepakatan yang tercapai dengan Iran.
Namun bukannya menunjukkan ketegangan, Trump dan Rubio justru dilaporkan hanya tersenyum dan terus menikmati jalannya pertarungan.
Kehadiran Trump di acara-acara UFC memang bukan hal yang baru. Ia diketahui cukup sering memanfaatkan ajang olahraga populer tersebut sebagai bagian dari agenda publiknya, termasuk saat berkampanye pada tahun 2024.
Baca Juga: Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu
Namun, kehadirannya kali ini menjadi sorotan tajam karena terjadi di momen yang sangat krusial bagi nasib perdamaian di Timur Tengah.
Berita Terkait
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
-
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
-
Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan
-
Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran
-
Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
-
Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas
-
Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!
-
Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!
-
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
-
Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan
-
Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!
-
Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran
-
Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?