- Abi Yahya memberikan mahar bibit pohon mangga kepada Aprilia saat pernikahan di Desa Woro, Rembang, 11 April 2026.
- Pemberian mahar bibit pohon tersebut resmi tercatat dalam buku nikah bersama seperangkat alat salat dan uang tunai.
- Inisiatif ini merupakan bagian dari program Ekoteologi Kemenag Rembang untuk mendukung kelestarian alam bagi generasi masa depan.
Suara.com - Prosesi pernikahan di Desa Woro, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/4/2026) berlangsung dengan mahar yang tidak biasa.
Mempelai pria, Abi Yahya Bunaya Sulthon, memberikan bibit pohon mangga kepada mempelai wanita, Aprilia Siti Nuraini.
Akad nikah dan penyerahan mahar dipandu Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kragan, M. Ali Akhyar. Prosesi berlangsung khidmat, sementara Aprilia tampak terharu saat menerima mahar tersebut.
Aprilia menerima bibit pohon mangga sembari mencium tangan mempelai pria. Pilihan mahar ini menarik perhatian para tamu undangan yang hadir.
Abi mengatakan, mahar berupa bibit pohon mangga memiliki makna tersendiri bagi dirinya.
"Kami ingin pohon mangga ini tumbuh bersama kami dan menjadi saksi kami dalam membangun rumah tangga, bahkan hingga tumbuh bersama anak-anak kami," kata Abi dalam keterangan Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Mahar bibit pohon mangga itu dianggap sah dan tercatat dalam buku nikah beserta dengan mahar lainnya. Kepala KUA Kragan Moh Ali Akhyar menyampaikan kalau Abi memberikan tiga jenis mahar kepada Aprilia.
"Maharnya yaitu berupa seperangkat alat sholat, sejumlah uang tunai, dan bibit pohon mangga. Mahar itu tertulis di buku Nikah, termasuk bibit pohon mangga," ungkap Ali.
Peristiwa serupa disebut bukan yang pertama terjadi di wilayah tersebut. Sebelumnya, seorang mempelai pria asal Pati juga memberikan mahar berupa sepasang bibit pohon mangga kepada pasangannya di Kecamatan Kaliori.
Baca Juga: Prabowo Luncurkan Pabrik EV di Magelang, Dorong Industri Hijau Nasional
Penanaman bibit pohon sebagai bagian dari pernikahan disebut berkaitan dengan program yang dijalankan Kementerian Agama Kabupaten Rembang.
Kepala Kemenag Rembang, Moh. Mukson, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari Ekoteologi yang dijalankan melalui program MELATI.
"Kami sampaikan apresiasi yang mendalam kepada pasangan pengantin yang telah menjadikan pohon sebagai mahar, atau sebagai simbol pernikahan mereka. Semoga menjadi amal dan wakaf untuk kelestarian alam dan nasib anak cucu kita kelak," pungkas Mukson.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?