- Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz setelah perundingan nuklir dengan Iran mengalami kegagalan.
- Kebijakan blokade ini menargetkan seluruh kapal yang melintas sebagai respons atas penguasaan jalur strategis tersebut oleh pihak Iran.
- Langkah militer tersebut memicu kekhawatiran internasional terhadap stabilitas pasokan energi global dan keberlangsungan gencatan senjata di kawasan Teluk.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan Angkatan Laut AS untuk segera memblokade Selat Hormuz setelah perundingan damai dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan.
Keputusan ini diumumkan usai pertemuan di Islamabad gagal mencapai titik temu, terutama terkait isu nuklir.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menuding Iran melakukan pemerasan dengan menguasai jalur strategis tersebut.
Trump menegaskan, kapal apa pun yang masuk atau keluar Selat Hormuz akan dihadang oleh Angkatan Laut AS mulai saat ini.
“Pertemuan berjalan baik, banyak hal disepakati, tetapi yang terpenting, nuklir, tidak," tulis Trump di akun media sosialnya, Senin (13/4).
“Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat akan memblokade semua kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz.”
Selain blokade, Trump juga menyatakan bahwa militer AS akan memburu kapal-kapal yang membayar biaya kepada Iran untuk melintas.
Trump bahkan mengancam akan menghancurkan pihak mana pun yang menyerang pasukan AS atau kapal sipil.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi distribusi energi global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintas di wilayah tersebut. Sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu, lalu lintas di selat itu menurun drastis dan memicu gejolak ekonomi global.
Baca Juga: Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil
Dari pihak Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa kapal militer yang mendekat akan dianggap melanggar gencatan senjata.
Namun, kapal sipil masih diperbolehkan melintas dengan mengikuti aturan tertentu.
Situasi ini memicu kekhawatiran internasional terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang baru berjalan dua pekan.
Sejumlah negara di kawasan Teluk berharap kesepakatan damai dapat diperpanjang, namun langkah Trump dinilai berpotensi memperkeruh keadaan.
Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, mendesak kedua pihak untuk melanjutkan diplomasi.
“Saya mendorong agar gencatan senjata diperpanjang dan perundingan terus dilanjutkan. Kegagalan akan jauh lebih menyakitkan dibanding kompromi,” ujarnya dilansir dari Aljazeera.
Berita Terkait
-
Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil
-
Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua