- Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendukung pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait fenomena inflasi pengamat di Indonesia.
- Habiburokhman menilai banyak pengamat menyampaikan kritik destruktif bermotif politik dibandingkan memberikan masukan yang membangun bagi pemerintahan Presiden Prabowo.
- Pemerintah mengajak masyarakat menghormati proses demokrasi dan menyerahkan evaluasi kinerja presiden secara penuh pada pemilu mendatang tahun 2029.
Suara.com - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, memberikan tanggapan terkait pernyataan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengenai fenomena "inflasi pengamat" di Indonesia.
Ia menilai pandangan tersebut memiliki dasar yang kuat di tengah dinamika politik saat ini.
"Pernyataan Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya bahwa ada fenomena inflasi pengamat ada benarnya," ujar Habiburokhman dalam keterangannya, dikutip Suara.com, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, meskipun banyak pengamat memberikan kritik membangun yang bermanfaat dan telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Prabowo Subianto, tidak sedikit pula kritik yang dinilai bersifat destruktif atau "toxic".
"Ada pengamat yang mengklaim sebagai pengkritik, tetapi yang disampaikan lebih merupakan propaganda hitam, kebohongan, dan kebencian. Bisa saja motif mereka hanyalah merebut kekuasaan, baik melalui jalur konstitusional maupun inkonstitusional," katanya.
Ia menekankan pentingnya memilah antara kritik yang sehat dan yang merusak. Kritik yang baik, menurutnya, harus ditindaklanjuti sebagai masukan bagi pemerintah, sementara kritik yang buruk harus disikapi dengan edukasi kepada masyarakat agar tidak menjadi racun bagi demokrasi.
Secara spesifik, politisi Partai Gerindra ini juga menyoroti ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo yang dilontarkan oleh pengamat Saiful Mujani dan beberapa tokoh lainnya. Habiburokhman mempertanyakan objektivitas kritik tersebut.
"Kita tahu bahwa Saiful Mujani adalah elite politik kaya raya yang selama ini berseberangan dengan Presiden Prabowo, termasuk pada Pilpres lalu. Apakah kritik Saiful Mujani murni untuk perbaikan, atau hal tersebut hanya operasi politik partisan?" tanyanya.
Ia mengingatkan bahwa keinginan untuk merebut kekuasaan adalah hak politik setiap warga negara.
Baca Juga: Sebut Saiful Mujani Elite Kaya Raya, Habiburokhman: Waspadai Propaganda Hitam Berkedok Kritik
Namun, ia menegaskan bahwa upaya perebutan kekuasaan secara inkonstitusional akan memberikan beban ongkos politik yang terlalu besar bagi rakyat.
Habiburokhman mengajak semua pihak untuk menghormati proses demokrasi dengan memberikan waktu bagi Presiden Prabowo menjalankan mandatnya selama lima tahun.
Evaluasi terhadap kinerja pemerintah, lanjutnya, dapat dilakukan sepenuhnya oleh rakyat pada Pemilu 2029 mendatang.
"Jika kinerja Pak Prabowo tidak memuaskan, rakyat bisa hentikan mandat. Namun jika dianggap memuaskan, rakyat bisa lanjutkan memberi mandat untuk lima tahun berikutnya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Habiburokhman menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga iklim demokrasi di tanah air.
Ia mengklaim bahwa hingga saat ini, tidak ada warga negara yang dijatuhi hukuman karena menyampaikan kritik atau bahkan menghina Presiden.
Berita Terkait
-
Sebut Saiful Mujani Elite Kaya Raya, Habiburokhman: Waspadai Propaganda Hitam Berkedok Kritik
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
Terkini
-
Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung
-
Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz
-
Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung
-
Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang
-
Bisa Menang Praperadilan! Mahfud Bongkar Celah Hukum di Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Korban Jiwa Berjatuhan dari Hujan Bom Amerika Serikat, Lumpuhkan Fasilitas Air Iran
-
Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar
-
AS Target 2 Kota Besar di Khuzestan, Jantung Minyak Iran