- AS dan Israel memulai blokade maritim terhadap seluruh pelabuhan Iran pada Senin, 13 April 2026, pasca kegagalan perundingan di Islamabad.
- Kebijakan blokade ini memicu lonjakan harga minyak mentah dunia sebesar 7 hingga 8 persen di bursa komoditas global.
- Garda Revolusi Iran merespons ancaman tersebut dengan peringatan keras serta kesiapan menghadapi potensi perang terbuka di wilayah perairan mereka.
Lonjakan ini menambah beban ekonomi global, mengingat Selat Hormuz adalah urat nadi energi dunia.
Sejak pecahnya konflik pada 28 Februari, Iran secara de facto memegang kendali atas selat tersebut.
Arus lalu lintas energi melalui jalur air ini telah melambat drastis, menyebabkan kelumpuhan pada sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Iran selama ini masih mengizinkan kapal-kapalnya sendiri bergerak melalui selat, sembari memberikan akses terbatas bagi kapal negara lain.
Bahkan, pejabat Iran sempat mendiskusikan rencana penerapan sistem tol laut setelah pertempuran berakhir.
Reaksi Keras Garda Revolusi Iran
Teheran tidak tinggal diam menghadapi gertakan Washington. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan peringatan keras bahwa kehadiran kapal militer AS yang mendekati wilayah kedaulatan mereka adalah pelanggaran terhadap gencatan senjata yang seharusnya berlaku hingga 22 April mendatang.
Pihak IRGC menegaskan bahwa setiap upaya militer yang mendekat "akan ditindak dengan keras". Ancaman ini meningkatkan risiko konfrontasi fisik di laut yang bisa memicu perang terbuka secara luas di kawasan tersebut.
Gagalnya pembicaraan di Islamabad menjadi pemicu utama kemarahan AS. Pejabat Iran justru menyalahkan pihak Amerika Serikat yang dianggap tidak konsisten selama negosiasi.
Baca Juga: Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa para negosiator AS terus mengubah "tiang gawang" dan menghalangi upaya perdamaian saat nota kesepahaman sebenarnya sudah "hanya berjarak beberapa inci saja".
Kritik atas Strategi 'Gaya Hollywood' AS
Kritik tajam juga datang dari kalangan akademisi di Teheran. Zohreh Kharazmi, seorang profesor dari Universitas Teheran, menilai bahwa AS tidak memiliki otoritas moral maupun posisi yang kuat untuk mendikte perilaku Iran atau menentukan kapal mana yang boleh melintas di perairan tersebut.
Menurut Kharazmi, daya tahan Republik Islam Iran jauh melampaui perkiraan Washington. Ia memperingatkan, jika blokade ini menjadi ajang adu ketahanan antara Iran dan pasar global, maka dunia akan segera melihat siapa yang akan menanggung kerugian paling besar.
"Secara teknis, mereka (AS) tidak bisa mengendalikan situasi. Dengan strategi gaya Hollywood, mereka tidak akan bisa menang di medan perang ini," tegas Kharazmi, seraya menambahkan bahwa Iran "siap untuk perang yang berkepanjangan".
Berita Terkait
-
Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan
-
Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional
-
Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz
-
Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS
-
Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup
-
Habiburokhman Bela Seskab Teddy soal 'Inflasi Pengamat': Ada Benarnya
-
Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan
-
Aksi Pemain Abroad Timnas Indonesia di Luar Negeri: Kevin Diks Cedera, Maarten Paes Gahar
-
Provokasi Zionis! Menteri Keamanan Israel Berdoa di Area Khusus Muslim Masjid Al Aqsa
-
Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional
-
Sebut Saiful Mujani Elite Kaya Raya, Habiburokhman: Waspadai Propaganda Hitam Berkedok Kritik
-
Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz
-
Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS
-
Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat