-
Pakistan menjadi tuan rumah dialog perdamaian langsung antara Amerika Serikat dan Iran.
-
Keamanan ketat dan libur nasional diberlakukan di Islamabad demi kelancaran negosiasi.
-
Kepentingan energi dan cadangan mineral memperkuat posisi tawar Pakistan di hadapan Washington.
Suara.com - Ibu kota Pakistan kini berubah menjadi pusat perhatian diplomatik dunia yang sangat sibuk.
Libur nasional selama dua hari sengaja ditetapkan demi menjamin keamanan super ketat di Islamabad.
Dikutip dari CNN Internasional, kota yang biasanya bising ini mendadak sunyi karena blokade jalan untuk menyambut agenda besar.
Delegasi Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan bertemu langsung guna membahas kesepakatan gencatan senjata akhir pekan ini.
Negosiasi ini menjadi titik balik penting untuk menghentikan perang yang telah merenggut ribuan nyawa.
Kehadiran Pakistan sebagai fasilitator menunjukkan pergeseran besar dalam peta politik luar negeri mereka.
Dulu Washington memandang Islamabad dengan penuh keraguan, namun kini posisinya menjadi tidak tergantikan.
Negara ini berhasil mengubah citra dari titik panas militansi menjadi markas mediasi tingkat tinggi.
Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan hadir bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Baca Juga: Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh
Kunjungan Vance menandai kehadiran pejabat paling senior Amerika Serikat di Pakistan sejak tahun 2011.
Kredibilitas Baru Islamabad Sebagai Penengah Konflik
Keberhasilan mengumpulkan dua musuh bebuyutan di satu meja memberikan poin besar bagi Pakistan.
Para ahli menilai posisi geografis dan strategi aliansi baru menjadi faktor penentu kesuksesan ini.
“Fakta bahwa Pakistan mampu melakukan terobosan diplomatik di menit-menit terakhir jelas memberikannya banyak kredibilitas,” kata Farwa Aamer, direktur South Asia Initiatives di Asia Policy Institute.
Upaya aktif ini membuktikan bahwa Pakistan kini memiliki kendali dalam menentukan arah kawasan.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?
-
Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta
-
Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?
-
Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi
-
Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini
-
Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional
-
Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga
-
Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya