News / Internasional
Senin, 13 April 2026 | 12:54 WIB
Pakistan menjadi mediator utama pertemuan bersejarah Amerika Serikat dan Iran di Islamabad demi mengakhiri perang. (Tasnimnews)
Baca 10 detik
  • Pakistan menjadi tuan rumah dialog perdamaian langsung antara Amerika Serikat dan Iran.

  • Keamanan ketat dan libur nasional diberlakukan di Islamabad demi kelancaran negosiasi.

  • Kepentingan energi dan cadangan mineral memperkuat posisi tawar Pakistan di hadapan Washington.

“Upaya fasilitasi proaktif dan keberhasilan Pakistan menempatkannya di peta sebagai pemain yang menunjukkan agensi,” ujar Aamer.

Hubungan kedua negara sempat berada di titik terendah selama dekade terakhir karena masalah kepercayaan.

Dulu Amerika Serikat menuduh Pakistan bermain dua kaki dalam perang melawan kelompok militan di Afghanistan.

Insiden tewasnya Osama Bin Laden pada 2011 di Abbottabad sempat menghancurkan reputasi militer negara tersebut.

Pemerintahan Joe Biden sebelumnya bahkan cenderung mengabaikan komunikasi dengan pemimpin-pemimpin di Islamabad.

“Pakistan benar-benar semacam negara paria,” kata ilmuwan politik Aqil Shah, dari Edmund A. Walsh School of Foreign Service di Universitas Georgetown.

Ketertarikan Donald Trump pada Potensi Alam

Kembalinya Donald Trump ke panggung kekuasaan membawa pendekatan yang jauh lebih transaksional.

Minat Washington mulai tumbuh setelah Pakistan mengklaim memiliki cadangan mineral langka bernilai triliunan dolar.

Baca Juga: Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh

Selain itu, sikap kooperatif Islamabad dalam meredam ketegangan dengan India juga menarik perhatian Trump.

“Saya pikir ada keinginan yang sangat nyata di Pakistan untuk mencoba memperluas hubungan dengan Washington,” kata Fahd Humayun, asisten profesor ilmu politik di Tufts University.

Islamabad dinilai sangat terbuka dalam mengakui peran mediasi Amerika Serikat di berbagai konflik regional.

Sinergi antara pemerintahan Trump dan militer Pakistan terlihat semakin solid akhir-akhir ini.

Pihak Pakistan bahkan telah mengamankan kesepakatan terkait mineral langka dan masuk dalam Dewan Perdamaian Trump.

Trump secara khusus memberikan pujian kepada Jenderal Asim Munir dengan menyebutnya sebagai kepala militer favoritnya.

Load More