News / Internasional
Senin, 13 April 2026 | 13:08 WIB
Mohammad Bagher Qalibaf (NCR Iran)
Baca 10 detik
  • Blokade militer Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran memicu ancaman kenaikan harga bensin dunia.

  • Perundingan damai di Islamabad gagal mencapai kesepakatan sehingga memicu eskalasi konflik maritim baru.

  • Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan warga Amerika Serikat mengenai lonjakan harga bahan bakar yang drastis.

Suara.com - Blokade total terhadap seluruh aktivitas maritim di pelabuhan Iran segera memicu ancaman krisis energi global.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM secara resmi memulai penutupan akses logistik laut tersebut Senin ini.

Dikutip dari Analodu, kebijakan drastis ini muncul sebagai respons atas kegagalan perundingan diplomatik yang berlangsung di Islamabad Pakistan.

Harga minyak dunia terus naik akibat krisis di Teluk. Amerika Serikat mendesak negara-negara sekutunya dan China untuk mengerahkan kapal perang untuk membuka Selat Hormuz. [Suara.com/Iqbal]

Dampaknya diprediksi akan mengganggu stabilitas pasokan minyak dunia secara masif dalam waktu yang sangat singkat.

Harga bahan bakar di pasar internasional kini berada dalam bayang-bayang kenaikan harga yang sangat tajam.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf melontarkan peringatan keras kepada pemerintah Amerika Serikat terkait situasi tersebut.

Qalibaf menekankan bahwa masyarakat Amerika Serikat akan segera menghadapi kenyataan pahit mengenai biaya hidup yang tinggi.

Pernyataan ini muncul setelah delegasi kedua negara gagal mencapai kesepakatan damai pada pertemuan akhir pekan.

"Nikmati harga bensin saat ini. Dengan apa yang disebut 'blokade' itu, tak lama lagi Anda akan merindukan harga bensin menjadi 4-5 dolar AS," kata Qalibaf.

Baca Juga: Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz

Pihak Iran menilai langkah militer Amerika Serikat hanya akan menyulut api inflasi di negara mereka.

Ironi Harga Bahan Bakar Dunia

Qalibaf bahkan membagikan bukti visual mengenai kondisi harga bahan bakar di kawasan sekitar Gedung Putih.

Data tersebut menunjukkan angka penjualan bensin saat ini berkisar antara 4,10 dolar AS hingga 5,80 dolar AS per galon.

Angka tersebut setara dengan kisaran Rp70 ribu hingga Rp99 ribu jika dikonversi ke dalam mata uang Rupiah.

Pesan digital Qalibaf di platform X menjadi sinyalemen bahwa Iran siap menghadapi tekanan ekonomi dari barat.

Iran memprediksi bahwa blokade ini akan membuat harga bensin melonjak jauh melampaui batas psikologis pasar.

Di sisi lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pandangan yang berbeda mengenai tren harga energi.

Trump memprediksi fluktuasi harga minyak tidak akan mengalami perubahan ekstrem hingga pelaksanaan pemilihan paruh waktu November.

Narasi tersebut disampaikan sebagai upaya menenangkan publik domestik di tengah eskalasi konflik yang terus memanas.

"Bisa jadi, atau sama, atau mungkin sedikit lebih tinggi; tetapi seharusnya sekitaran sama," kata Trump kepada Fox News.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan adanya tekanan besar pada jalur distribusi energi internasional akibat penutupan laut.

Kebuntuan Negosiasi Antar Negara

Mediator Pakistan yang memfasilitasi pertemuan di Islamabad tidak berhasil menjembatani perbedaan kepentingan kedua belah pihak.

Diskusi yang berlangsung selama beberapa putaran tersebut berakhir tanpa adanya naskah kesepakatan atau terobosan politik.

Kedua delegasi meninggalkan lokasi perundingan dengan membawa daftar panjang masalah substansial yang belum mendapatkan solusi.

Masing-masing pihak mengisyaratkan bahwa jalan diplomasi masih sangat terjal untuk dilalui dalam waktu dekat ini.

Kegagalan ini memicu Amerika Serikat untuk mengambil langkah koersif melalui kekuatan militer di wilayah perairan.

Langkah blokade ini mengancam masa depan gencatan senjata dua pekan yang selama ini berjalan sangat rapuh.

Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah berlangsung sejak akhir Februari tahun ini.

Dunia internasional kini menyoroti bagaimana blokade maritim akan mempengaruhi bantuan kemanusiaan dan mobilitas logistik regional.

Upaya diplomatik lebih lanjut tetap diperlukan untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Tanpa adanya dialog baru harga komoditas energi akan terus menjadi alat tawar politik bagi kedua pihak.

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran telah mencapai puncaknya sejak serangan militer dimulai 28 Februari.

Upaya perdamaian di Islamabad sebelumnya diharapkan mampu memperpanjang masa tenang pasca konflik berdarah selama beberapa bulan.

Namun perbedaan pandangan mengenai kedaulatan wilayah dan akses ekonomi menjadi penghalang utama terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Blokade laut yang dimulai hari Senin ini merupakan eskalasi militer terbesar sejak dimulainya gencatan senjata sementara.

Situasi ini memposisikan pasar energi dunia dalam kondisi ketidakpastian yang bisa memicu krisis ekonomi global baru.

Load More