- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan negosiasi tingkat tinggi dengan Amerika Serikat di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.
- Kegagalan kesepakatan Islamabad dipicu oleh perubahan tuntutan dan pendekatan maksimalis Amerika Serikat terhadap poin-poin usulan pemerintah Iran.
- Buntunya perundingan pasca gencatan senjata ini meningkatkan risiko eskalasi konflik militer dan politik di kawasan Timur Tengah.
Buntunya negosiasi di Islamabad menandai tantangan besar bagi upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Tanpa kesepakatan, risiko eskalasi konflik antara Iran dan AS masih tetap tinggi.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan atau ancaman dari pihak mana pun, termasuk Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Qalibaf usai memimpin delegasi Iran dalam perundingan tingkat tinggi dengan AS di Islamabad, Pakistan.
“Bahasa ancaman tidak akan berhasil terhadap Iran,” tegasnya seperti dilansir dari Tasnim News.
Qalibaf menekankan bahwa sejak Revolusi Islam 1979, Iran telah terbukti mampu bertahan dari tekanan militer, ekonomi, maupun politik.
Menurutnya, pengalaman panjang tersebut menjadi bukti bahwa strategi tekanan maksimum tidak akan efektif terhadap Teheran.
Qalibaf menilai satu-satunya jalan keluar bagi Washington adalah membangun kembali kepercayaan dengan Iran.
Qalibaf bahkan menyebut AS memiliki utang kepada rakyat Iran atas kebijakan masa lalu.
Baca Juga: Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
Berita Terkait
-
Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
-
Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?
-
Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini
-
Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?
-
Berapa Tarif Lewat Selat Hormuz? Kebijakan Baru Iran yang Bikin Negara Lain Ketar-ketir
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung
-
PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
-
DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main
-
Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita
-
Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet