News / Internasional
Senin, 13 April 2026 | 14:01 WIB
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat setelah negosiasi tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan negosiasi tingkat tinggi dengan Amerika Serikat di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.
  • Kegagalan kesepakatan Islamabad dipicu oleh perubahan tuntutan dan pendekatan maksimalis Amerika Serikat terhadap poin-poin usulan pemerintah Iran.
  • Buntunya perundingan pasca gencatan senjata ini meningkatkan risiko eskalasi konflik militer dan politik di kawasan Timur Tengah.

Buntunya negosiasi di Islamabad menandai tantangan besar bagi upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Tanpa kesepakatan, risiko eskalasi konflik antara Iran dan AS masih tetap tinggi.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan atau ancaman dari pihak mana pun, termasuk Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Qalibaf usai memimpin delegasi Iran dalam perundingan tingkat tinggi dengan AS di Islamabad, Pakistan.

“Bahasa ancaman tidak akan berhasil terhadap Iran,” tegasnya seperti dilansir dari Tasnim News.

Qalibaf menekankan bahwa sejak Revolusi Islam 1979, Iran telah terbukti mampu bertahan dari tekanan militer, ekonomi, maupun politik.

Menurutnya, pengalaman panjang tersebut menjadi bukti bahwa strategi tekanan maksimum tidak akan efektif terhadap Teheran.

Qalibaf menilai satu-satunya jalan keluar bagi Washington adalah membangun kembali kepercayaan dengan Iran.

Qalibaf bahkan menyebut AS memiliki utang kepada rakyat Iran atas kebijakan masa lalu.

Baca Juga: Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

Load More