-
Donald Trump mengkritik tajam Paus Leo XIV karena menentang kebijakan militer Amerika Serikat.
-
Vatikan menilai serangan Trump sebagai bentuk kegagalan dalam meredam pengaruh moral kepausan.
-
Ketegangan kedua pemimpin dipicu oleh perbedaan pandangan soal nuklir Iran dan kedaulatan Venezuela.
Suara.com - Ketegangan diplomatik antara Gedung Putih dan Vatikan mencapai titik didih baru setelah munculnya kecaman terbuka.
Donald Trump secara agresif menyerang integritas Paus Leo XIV yang dianggap menghambat langkah Amerika Serikat di perang dengan Iran.
Dikutip dari CNN, perselisihan ini bukan sekadar retorika politik melainkan benturan antara kekuatan militer dan otoritas moral internasional.
Dikutip dari CNN, kritik ini mencuat seiring dengan upaya kepausan yang semakin vokal menentang eskalasi perang di Timur Tengah.
Dominasi narasi nasionalisme Amerika kini berhadapan langsung dengan visi perdamaian universal yang diusung oleh Vatikan.
Sebelumnya, Paus Leo XIV secara konsisten memperingatkan dunia tentang bahaya penggunaan kekuatan senjata pemusnah massal.
Donald Trump secara tegas menyatakan ketidaksukaannya terhadap perspektif yang dianggap melemahkan posisi tawar Amerika tersebut.
“Kita tidak suka Paus yang akan mengatakan bahwa tidak apa-apa memiliki senjata nuklir,” ujar Trump kepada wartawan.
Ia menambahkan kekhawatiran terkait pengelolaan negara yang memiliki ambisi nuklir yang dianggap bisa membahayakan stabilitas dunia.
Baca Juga: Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!
“Dia adalah pria yang tidak berpikir bahwa kita harus bermain-main dengan negara yang menginginkan senjata nuklir agar mereka bisa meledakkan dunia,” tutur Trump.
Teguran Keras Terhadap Sosok Paus
Sentimen negatif Trump terhadap pemimpin tertinggi umat Katolik tersebut disampaikan dengan nada yang sangat personal.
Mantan pengusaha ini secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap figur pertama asal Amerika yang menduduki takhta suci.
“Saya bukan penggemar Paus Leo,” tegas Trump mengenai pandangannya terhadap sang pontifex.
Trump juga melontarkan tudingan melalui platform media sosialnya terkait kualitas kepemimpinan yang dimiliki oleh Paus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi