- Amerika Serikat mengusulkan akses terbang lintas wilayah militer di Indonesia melalui mekanisme notifikasi tanpa izin setiap melintas.
- Dokumen tersebut dikirim pada Februari 2026 sebagai upaya memperluas fleksibilitas operasional militer AS di kawasan Indo-Pasifik.
- Menhan RI dijadwalkan menandatangani kesepakatan tersebut bersama Menhan AS di Washington pada April 2026.
Suara.com - Amerika Serikat (AS) berupaya memperoleh akses terbang lintas wilayah secara menyeluruh atau blanket overflight bagi pesawat militernya melalui wilayah udara Indonesia, sebagai bagian dari penguatan mobilitas militer di kawasan Indo-Pasifik.
Rencana tersebut terungkap dalam laporan The Sunday Guardian yang mengutip dokumen pertahanan AS berjudul “Operationalizing U.S. Overflight”.
Dokumen itu dikirim ke Kementerian Pertahanan Indonesia pada 26 Februari 2026.
Dalam dokumen tersebut, AS mengusulkan skema kerja sama yang memungkinkan pesawat militernya melintasi wilayah udara Indonesia untuk berbagai keperluan, mulai dari operasi kontingensi, respons krisis, hingga latihan militer bersama yang disepakati.
Skema yang ditawarkan juga mengubah mekanisme perizinan menjadi berbasis notifikasi.
Artinya, pesawat militer AS dapat melintas atau transit cukup dengan pemberitahuan, tanpa harus mengajukan izin setiap kali.
Kesepakatan ini disebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi tingkat tinggi antara Indonesia dan AS.
Menhan RI dan AS Tandatangani Perjanjian
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan menandatangani perjanjian tersebut di Washington pada 13–15 April 2026 bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Baca Juga: Klaim Donald Trump: Sejumlah Negara di Kawasan Teluk Persia Bantu AS Blokade Selat Hormuz
Selain mekanisme notifikasi, dokumen itu juga mengatur koordinasi operasional antara kedua negara, termasuk jalur komunikasi langsung antara otoritas militer udara Indonesia dan komando militer AS.
Langkah ini mencerminkan upaya Washington memperluas fleksibilitas pergerakan militernya di Asia Tenggara.
Posisi geografis Indonesia yang strategis—menghubungkan Samudra Pasifik dan Hindia—menjadikan wilayah udaranya krusial dalam proyeksi kekuatan militer AS.
Jika terealisasi, Indonesia akan masuk dalam jaringan negara mitra AS yang telah lebih dulu memberikan akses serupa, seperti Jepang, Filipina, dan Australia.
Kebijakan ini berpotensi memperluas jangkauan operasi militer AS sekaligus memengaruhi dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra