News / Internasional
Selasa, 14 April 2026 | 09:23 WIB
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)
Baca 10 detik
  • Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menertawakan rencana blokade militer AS karena hal itu justru akan merusak ekonomi Amerika Serikat.
  • Teheran memperingatkan warga Amerika Serikat bahwa kebijakan arogan Donald Trump akan memicu lonjakan ekstrem harga bensin di dalam negeri.
  • Militer AS berdalih hanya menargetkan kapal menuju Pelabuhan Iran, di tengah dominasi kekuatan maritim Teheran yang tak tergoyahkan di Selat Hormuz.

Sesuai dengan instruksi agresif dari Washington, militer AS dijadwalkan mulai memblokade akses pelabuhan-pelabuhan utama Iran secara resmi pada Senin (13/4/2025) waktu setempat.

Kebijakan sepihak ini pun kian menegaskan ambisi campur tangan Amerika Serikat yang terus berusaha mematikan urat nadi perekonomian negara berdaulat tersebut.

Latar Belakang: Hegemoni Maritim Teheran di Pusaran Konflik

Ketegangan terbaru di jalur penyaluran sepertiga minyak dunia ini kembali meletus setelah ambisi Washington untuk menekan Teheran sering kali berujung pada kebuntuan diplomasi tingkat tinggi.

Iran yang memegang kendali penuh secara geografis dan militer atas Selat Hormuz terbukti tidak pernah sudi mundur selangkah pun dalam mempertahankan hak kenegaraannya dari intervensi Barat.

Dominasi absolut kekuatan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran di kawasan tersebut memastikan bahwa setiap upaya blokade sepihak AS akan selalu berisiko menghancurkan hegemoni ekonomi mereka sendiri.

Load More