News / Internasional
Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB
Kontroversi dilakukan oleh Presiden AS, Donald Trump dengan menyampaikan kritik pedas secara terbuka kepada pemimpin umat Katolik, Paus Leo XIV. [Truth Social]
Baca 10 detik
  • Donald Trump mengunggah gambar AI dirinya menyerupai Yesus di Truth Social yang memicu kecaman luas berbagai pihak.
  • Unggahan tersebut muncul setelah Trump mengkritik Paus Leo XIV terkait kebijakan luar negeri dan isu kejahatan.
  • Tokoh agama dan pemimpin dunia mengecam tindakan Trump karena dianggap tidak pantas dan menjadikannya alat politik.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuai kecaman luas setelah mengunggah gambar hasil AI yang menampilkan dirinya sebagai sosok mirip Yesus.

Foto tersebut sempat dibagikan di platform Truth Social sebelum akhirnya dihapus sehari kemudian, menyusul gelombang kritik dari tokoh agama hingga politisi.

Gambar itu memperlihatkan Trump mengenakan jubah putih sambil meletakkan tangan di kepala seseorang, menyerupai adegan penyembuhan.

Unggahan tersebut muncul tak lama setelah Trump melontarkan kritik terhadap Paus Leo XIV, yang ia sebut lemah terhadap kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri.

Menanggapi kontroversi itu, Trump membela diri dengan mengatakan bahwa gambar tersebut dimaksudkan sebagai representasi dirinya seperti dokter atau pekerja Palang Merah.

“Hanya media palsu yang bisa mengaitkannya ke arah itu,” ujar Trump seperti dilansir dari Aljazeera.

Sementara itu, Paus Leo XIV memilih meredam ketegangan. Dalam perjalanannya menuju Aljazair, ia menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan perdamaian.

“Saya akan terus berbicara lantang menentang perang, mempromosikan dialog dan solusi yang adil,” ujarnya.

Ketegangan antara Gedung Putih dan Vatikan memang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar

Perbedaan pandangan mencakup kebijakan imigrasi AS, aksi militer, hingga konflik yang melibatkan Iran dan Israel.

Sejumlah pemimpin Gereja Katolik di AS turut mengecam pernyataan Trump. Uskup Agung Paul S Coakley menyebut pernyataan tersebut tidak pantas.

“Paus bukan rival politik. Ia adalah wakil Kristus yang berbicara atas dasar kebenaran Injil,” tegasnya.

Uskup Agung Las Vegas, George Leo Thomas, juga menyatakan dukungannya terhadap Paus.

George Leo Thomas menyebut Paus Leo sebagai sosok yang berani menyuarakan kebenaran kepada kekuasaan saat dunia sangat membutuhkannya.

Kecaman juga datang dari luar negeri. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyebut serangan Trump terhadap Paus sebagai hal yang tidak dapat diterima.

Load More