- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan Israel melancarkan operasi militer terbesar terhadap infrastruktur militer dan industri nuklir milik Iran.
- Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato resmi peringatan Hari Holocaust di Yad Vashem, Israel, pada Senin malam lalu.
- Netanyahu mengklaim keberhasilan serangan tersebut sebagai upaya krusial mencegah ancaman eksistensial terhadap kelangsungan hidup negara Israel.
Suara.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim negaranya telah melancarkan pukulan terkeras dalam sejarah terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan dalam pidato resmi peringatan Hari Holocaust di Yad Vashem, Senin malam waktu setempat.
Dalam pidatonya, Netanyahu mengklaim bahwa Israel telah menepati janji untuk mencegah tragedi serupa Holocaust terulang.
“Tahun ini kami benar-benar mewujudkan janji bahwa tidak akan ada Holocaust lagi,” ujarnya seperti dilansir dari Channel 14.
Netanyahu juga mengungkap operasi militer besar yang dilakukan terhadap apa yang ia sebut sebagai poros kejahatan Iran.
Netanyahu menyebut operasi itu berhasil menghancurkan sebagian besar industri kematian yang dikembangkan Teheran, termasuk infrastruktur militer penting.
“Jika kami tidak bertindak, nama-nama seperti Natanz, Fordow, Isfahan, dan Parchin bisa dikenang seperti Auschwitz dan Treblinka,” kata Netanyahu.
Pernyataan itu merujuk pada kekhawatiran Israel terhadap program nuklir dan rudal balistik Iran.
Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu menyoroti kemitraan erat dengan Amerika Serikat.
Baca Juga: Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar
Netanyahu menyebut kerja sama dengan Presiden Donald Trump sebagai kemitraan historis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam menghadapi ancaman Iran.
“Kami telah mengubah jalannya sejarah. Siapa pun yang mencoba menghancurkan kami akan menghadapi kehancuran yang tidak pernah mereka bayangkan,” tegasnya.
Namun, Netanyahu juga melontarkan kritik tajam terhadap negara-negara Eropa.
Netanyahu menilai Eropa saat ini mengalami kelemahan moral yang mendalam dan gagal mempertahankan nilai-nilai peradaban.
“Eropa kehilangan kendali atas identitas dan komitmennya untuk melindungi dunia dari barbarisme,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan melupakan tanggung jawab historis tersebut.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar
-
Iran Tak Kenal Kata Tunduk! Tegaskan 'Gertak Sambal' AS di Selat Hormuz Sia-sia
-
Situasi Memanas, Iran Gunakan Hukum Darurat Perang untuk 'Habisi' Mata-mata AS-Israel
-
Donald Trump Peringatkan China soal Pasokan Senjata ke Iran
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
KPK Dalami Fakta Sidang soal Dugaan Aliran Uang Rp100 Juta ke Gus Miftah
-
Pembunuh Driver Ojol di Tangerang Ditangkap! Korban Ditusuk Saat Tidur di Basecamp
-
Bawa Koper Pink Bertuliskan BAP, Penyidik Polri Datangi Gedung Bundar Kejagung
-
Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis
-
Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG
-
Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal
-
LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG
-
Kapolri, Jaksa Agung dan Panglima Jangan Cuma Salaman! Publik Tunggu Nyali Tuntaskan Kasus Febrie
-
Penghentian Pendataan MBG oleh Kejaksaan Dipertanyakan, Diduga Ada Tarik Ulur Politik
-
Skincare Kian Laris di TikTok Shop, BPOM Malah Temukan 9.042 Tautan Kosmetik Ilegal