News / Internasional
Selasa, 14 April 2026 | 10:46 WIB
Donald Trump (rollingstone)
Baca 10 detik
  • PM Italia Giorgia Meloni mengecam serangan verbal Donald Trump terhadap Paus Leo XIV.

  • Paus Leo XIV menegaskan tidak takut pada Trump dan tetap menyuarakan perdamaian Iran.

  • Donald Trump menolak meminta maaf dan menuduh Paus bersikap lemah terhadap isu kriminalitas.

Beliau juga mendesak agar pemerintah Amerika Serikat segera mencari jalan keluar damai guna menghentikan konflik berdarah yang sedang berlangsung.

Donald Trump justru semakin memanaskan situasi dengan menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah meminta maaf kepada Paus yang ia anggap sangat lemah.

"Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan," klaim Trump yang menyiratkan pengaruhnya dalam pemilihan Paus.

Trump secara spesifik menuduh Paus Leo XIV terpilih hanya karena latar belakangnya sebagai warga Amerika yang dianggap bisa menangani dirinya.

Presiden AS tersebut juga menyerang kebijakan Paus yang dianggap tidak tegas dalam membendung ambisi nuklir Teheran yang mengancam keamanan global.

"Saya rasa dia tidak melakukan pekerjaan dengan baik, dia suka kejahatan, saya rasa," tambah Trump saat memberikan penjelasan kepada wartawan.

Benturan Ideologi Antara Kemanusiaan dan Kebijakan Keras

Menanggapi tudingan tersebut, Paus menegaskan bahwa perannya bukan sebagai politisi melainkan sebagai pembawa pesan injil dan kedamaian dunia.

"Saya tidak takut dengan pemerintahan Trump, atau menyuarakan dengan keras pesan injil, yang saya yakini sebagai tugas saya di sini, tugas Gereja di sini," ungkap Paus.

Baca Juga: Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump

Beliau menolak untuk terjebak dalam perdebatan pribadi dengan Trump karena lebih mengutamakan penderitaan warga sipil yang menjadi korban perang.

"Saya tidak ingin berdebat dengan [Trump]," lanjut Paus Leo XIV saat berbicara dengan wartawan di dalam pesawat pribadinya.

"Terlalu banyak orang yang menderita di dunia saat ini. Terlalu banyak orang tidak bersalah yang terbunuh. Dan saya pikir seseorang harus berdiri dan berkata: ada cara yang lebih baik untuk melakukan ini," tegasnya lagi.

Ketegangan ini bermula saat Donald Trump meluncurkan kritik pedas melalui media sosial Truth Social yang menyebut Paus Leo XIV terlalu liberal.

Paus Leo XIV memang dikenal sangat vokal menentang kebijakan migrasi garis keras Trump dan membandingkannya dengan nilai-nilai pro-kehidupan yang seharusnya konsisten.

Selain itu, Paus melanjutkan tradisi pendahulunya, Paus Fransiskus, yang juga pernah terlibat perselisihan sengit dengan Trump pada masa kampanye pemilihan tahun 2016.

Load More