- Anggota Komite Kehakiman DPR AS, Jamie Raskin, menuntut dokter kepresidenan segera melakukan evaluasi kesehatan mental terhadap Donald Trump.
- Tuntutan ini muncul pada 14 April 2026 akibat retorika kontroversial Trump terkait ketegangan diplomatik dengan negara Iran.
- Langkah tersebut merupakan strategi Partai Demokrat untuk mengaktifkan Amandemen ke-25 guna mencopot Trump dari jabatannya.
Ia ingin dokter kepresidenan tersebut "bersedia memberikan keterangan, di bawah sumpah, kepada anggota komite mengenai hasil penilaian ini."
Reaksi Keras dari Gedung Putih
Gedung Putih tidak tinggal diam menanggapi serangan tersebut. Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, memberikan tanggapan pedas yang meremehkan intelektualitas Raskin
Dalam pernyataan kepada Axios, Ingle mengatakan, "Jamie Raskin yang bertubuh kurus adalah gambaran orang pintar menurut orang bodoh."
Pihak kepresidenan justru menyerang balik, membandingkan kondisi Trump dengan Joe Biden selama masa jabatannya.
"Ketajaman, energi yang tak tertandingi, dan aksesibilitas historis Presiden Trump sangat kontras dengan apa yang kita lihat selama empat tahun terakhir, ketika Demokrat seperti Raskin sengaja menutupi penurunan mental dan fisik Joe Biden secara serius dari rakyat Amerika."
Strategi Amandemen ke-25
Surat yang dikirimkan oleh Raskin ini, muncul tepat sebelum ia memberikan pengarahan kepada rekan-rekan sesama anggota Demokrat di DPR mengenai mekanisme Amandemen ke-25.
Raskin telah lama berpendapat, badan legislatif memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan berdasarkan amandemen tersebut.
Baca Juga: Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz
Pada aturan itu, terdapat kalimat "badan lain yang dapat ditetapkan oleh Kongres melalui undang-undang" guna menyatakan seorang presiden tidak fit untuk menjabat.
Berita Terkait
-
Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz
-
Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal
-
Polling, Warga Israel Mulai Capek Sama Perang: Putus Asa Bingung, dan Marah
-
Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump
-
Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru