News / Internasional
Selasa, 14 April 2026 | 11:58 WIB
Angkatan Laut Iran mengeluarkan peringatan keras bagi semua kapal di perairan Teluk. Kapal yang melintas tanpa izin terancam akan ditargetkan dan dihancurkan.
Baca 10 detik
  • Presiden Trump memberlakukan blokade laut total terhadap Iran karena kegagalan negosiasi nuklir.

  • Militer Amerika Serikat dalam status siaga tempur untuk mengamankan navigasi di Selat Hormuz.

  • Langkah blokade ini berisiko menaikkan harga minyak dan memicu ketidakpastian politik domestik AS.

Negosiasi yang dipimpin JD Vance tersebut sejatinya bertujuan untuk mencari jalan tengah guna menghindari perang terbuka.

Namun, informasi dari lingkaran dalam diplomat menyebutkan bahwa titik sengketa jauh lebih rumit dari sekadar masalah nuklir.

Daftar perbedaan mencakup kendali atas Selat Hormuz hingga dukungan aktif Teheran terhadap kelompok proksi di Lebanon dan Yaman.

Eksistensi Houthi dan Hizbullah dinilai AS sebagai perpanjangan tangan Iran yang merusak stabilitas keamanan di kawasan tersebut.

Langkah blokade ini membawa risiko besar, termasuk potensi serangan balasan terhadap kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat.

Dunia kini menanti bagaimana reaksi China dan negara konsumen minyak lainnya terhadap upaya penutupan jalur ekspor Iran.

Dilema Ekonomi dan Tekanan Politik Domestik

Sanksi maritim ini juga memicu kekhawatiran akan lonjakan harga minyak dunia yang bisa memukul ekonomi negara-negara berkembang.

"Saya tidak memahami bagaimana memblokade selat itu akan mendorong Iran untuk membukanya kembali," kata Senator Mark Warner dari Virginia.

Baca Juga: Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran

Kritik dari oposisi menyoroti ketidakpastian efektivitas blokade dalam memaksa Iran untuk kembali ke meja perundingan dengan tulus.

Sebaliknya, pendukung kebijakan ini melihat blokade sebagai instrumen paksa agar penyelesaian situasi di Selat Hormuz segera tercapai.

"Presiden, dengan mengatakan bahwa kami tidak akan begitu saja membiarkan mereka menentukan siapa yang boleh melintas, jelas sedang memanggil seluruh sekutu dan semua pihak untuk duduk di meja perundingan," ujarnya.

Dukungan politik juga datang dari Mike Turner yang menilai masalah keamanan maritim ini perlu ditangani dengan tindakan nyata.

"Masalah ini perlu ditangani," tegasnya saat memberikan keterangan mengenai strategi baru yang diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump tersebut.

Di sisi lain, publik Amerika mulai menunjukkan rasa jenuh terhadap keterlibatan militer yang berlarut-larut di wilayah Timur Tengah.

Load More