-
Presiden Trump memberlakukan blokade laut total terhadap Iran karena kegagalan negosiasi nuklir.
-
Militer Amerika Serikat dalam status siaga tempur untuk mengamankan navigasi di Selat Hormuz.
-
Langkah blokade ini berisiko menaikkan harga minyak dan memicu ketidakpastian politik domestik AS.
Negosiasi yang dipimpin JD Vance tersebut sejatinya bertujuan untuk mencari jalan tengah guna menghindari perang terbuka.
Namun, informasi dari lingkaran dalam diplomat menyebutkan bahwa titik sengketa jauh lebih rumit dari sekadar masalah nuklir.
Daftar perbedaan mencakup kendali atas Selat Hormuz hingga dukungan aktif Teheran terhadap kelompok proksi di Lebanon dan Yaman.
Eksistensi Houthi dan Hizbullah dinilai AS sebagai perpanjangan tangan Iran yang merusak stabilitas keamanan di kawasan tersebut.
Langkah blokade ini membawa risiko besar, termasuk potensi serangan balasan terhadap kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat.
Dunia kini menanti bagaimana reaksi China dan negara konsumen minyak lainnya terhadap upaya penutupan jalur ekspor Iran.
Dilema Ekonomi dan Tekanan Politik Domestik
Sanksi maritim ini juga memicu kekhawatiran akan lonjakan harga minyak dunia yang bisa memukul ekonomi negara-negara berkembang.
"Saya tidak memahami bagaimana memblokade selat itu akan mendorong Iran untuk membukanya kembali," kata Senator Mark Warner dari Virginia.
Baca Juga: Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran
Kritik dari oposisi menyoroti ketidakpastian efektivitas blokade dalam memaksa Iran untuk kembali ke meja perundingan dengan tulus.
Sebaliknya, pendukung kebijakan ini melihat blokade sebagai instrumen paksa agar penyelesaian situasi di Selat Hormuz segera tercapai.
"Presiden, dengan mengatakan bahwa kami tidak akan begitu saja membiarkan mereka menentukan siapa yang boleh melintas, jelas sedang memanggil seluruh sekutu dan semua pihak untuk duduk di meja perundingan," ujarnya.
Dukungan politik juga datang dari Mike Turner yang menilai masalah keamanan maritim ini perlu ditangani dengan tindakan nyata.
"Masalah ini perlu ditangani," tegasnya saat memberikan keterangan mengenai strategi baru yang diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump tersebut.
Di sisi lain, publik Amerika mulai menunjukkan rasa jenuh terhadap keterlibatan militer yang berlarut-larut di wilayah Timur Tengah.
Jajak pendapat terbaru menunjukkan mayoritas warga menilai perang ini tidak memberikan keuntungan bagi kepentingan nasional Amerika Serikat.
Trump kini berada di persimpangan antara memenuhi janji kampanye untuk menghindari perang atau mempertahankan pengaruh global AS.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kegagalan gencatan senjata selama dua pekan yang sempat disepakati sebelumnya.
Ketegangan dipicu oleh tuduhan AS terkait program nuklir Iran dan gangguan terhadap navigasi internasional di Selat Hormuz.
Donald Trump kini menghadapi tekanan domestik menjelang pemilihan paruh waktu, di mana 59% warga AS menganggap perang ini berjalan buruk.
Situasi semakin kompleks karena keterlibatan aktor regional seperti Israel serta kelompok proksi yang didukung oleh Teheran di berbagai negara Arab.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
KPK Ogah Buru-buru Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus: Jangan Berandai-andai
-
Ekonom Bongkar Alasan Warga Pesimis Cari Kerja: PHK Marak, Ekonomi Melambat
-
Analis Sebut Prabowo Alami Miopi Politik: Hanya Tahu yang Baik-baik Saja
-
Pakar Bongkar Biang Kerok Korupsi Pejabat: Pilkada Mahal Bikin Kepala Daerah Berutang Budi
-
Habiburokhman Buka Suara Soal Kejagung Stop Usut SPPG Bermasalah: Saya Belum Tahu
-
Kejagung Ungkap Alasan Kortastipidkor Polri Datangi Gedung Bundar Bawa Koper Pink, Ada Apa?
-
Hanya Jawab Singkat, Begini Respons Kapolri Usai Dikritik Mahfud MD Soal Kasus Febrie
-
Siap Diresmikan Prabowo, LRT Jakarta Rute Manggarai Beroperasi Agustus 2026!
-
Kelanjutan Nasib JPO Tendean: Dibongkar Usai Rusak Parah, Ganti Rugi Miliaran Rupiah Masih Gelap
-
Masih Ada yang Belum Terjerat! KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Kuota Haji