- Pemerintah Kolombia akan menyuntik mati 80 ekor kuda nil liar keturunan milik gembong narkoba Pablo Escobar di wilayah tengah.
- Keputusan diambil karena populasi kuda nil yang berkembang biak menjadi spesies invasif dianggap mengancam ekosistem serta keselamatan warga setempat.
- Program pengendalian populasi ini menelan anggaran 1,98 juta dolar AS setelah metode sterilisasi dinilai gagal dan memakan biaya besar.
Suara.com - Pemerintah Kolombia resmi menyetujui rencana untuk menyuntik mati puluhan kuda nil liar yang berkembang biak di wilayah tengah negara itu.
Diketahui puluhan kuda nil itu merupakan keturunan koleksi pribadi gembong narkoba Pablo Escobar pada era 1980-an.
Menteri Lingkungan Kolombia, Irene Vélez, menyebut hingga 80 ekor kuda nil akan terdampak kebijakan ini.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya terakhir setelah metode pengendalian populasi seperti sterilisasi dinilai gagal dan memakan biaya besar.
“Jika kita tidak melakukan ini, kita tidak akan mampu mengendalikan populasi mereka,” ujar Vélez dilansir dari NY Post.
“Kita harus mengambil tindakan ini demi menjaga ekosistem.”
Program ini memakan anggaran sekitar 1,98 juta dolar AS atau setara Rp30,69 miliar dan juga mencakup langkah lain seperti penahanan serta relokasi.
Namun, pemerintah menilai jumlah populasi yang terus meningkat membuat pendekatan tersebut tidak lagi efektif.
Kuda nil tersebut merupakan keturunan dari empat ekor yang didatangkan Escobar ke kebun binatang pribadinya di Hacienda Nápoles.
Baca Juga: Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba
Setelah kematian Escobar, hewan-hewan itu berkembang biak liar dan kini menyebar hingga puluhan kilometer dari lokasi awal.
Studi Universitas Nasional Kolombia mencatat sekitar 170 kuda nil hidup bebas pada 2022.
Kuda nil kini dianggap sebagai spesies invasif yang mengancam keseimbangan lingkungan dan keselamatan warga di sekitar sungai serta lahan pertanian.
Otoritas lingkungan memperingatkan bahwa kuda nil bersaing dengan satwa lokal seperti manatee untuk mendapatkan makanan dan ruang hidup.
Selain itu, keberadaan kuda nil juga meningkatkan risiko konflik dengan manusia.
Di sisi lain, keberadaan kuda nil milik Escobar ini justru menjadi daya tarik wisata di kawasan bekas peternakan milik gembong narkoba itu yang kini diubah menjadi taman hiburan.
Berita Terkait
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba
-
Siapa Amaranta Hank? Eks Artis 'Adult Film' Internasional yang Guncang Pemilu
-
Ruang Tunggu Hana
-
Asal-usul Gembong Narkoba Dewi Astutik: Dari Penipu Online Hingga Bertemu Godfather Nigeria
-
Giliran Pelatih dari Kolombia Disebut Calon Pelatih Timnas Indonesia, Punya Mazhab Seperti STY
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan