- Pemerintah Kolombia akan menyuntik mati 80 ekor kuda nil liar keturunan milik gembong narkoba Pablo Escobar di wilayah tengah.
- Keputusan diambil karena populasi kuda nil yang berkembang biak menjadi spesies invasif dianggap mengancam ekosistem serta keselamatan warga setempat.
- Program pengendalian populasi ini menelan anggaran 1,98 juta dolar AS setelah metode sterilisasi dinilai gagal dan memakan biaya besar.
Lokasi tersebut ramai dikunjungi wisatawan yang ingin melihat langsung hewan unik tersebut.
Rencana pemusnahan ini menuai kritik keras dari aktivis hak hewan. Senator Andrea Padilla menyebut kebijakan tersebut sebagai keputusan kejam.
“Pembunuhan dan pembantaian tidak akan pernah bisa diterima. Mereka adalah makhluk sehat yang menjadi korban kelalaian pemerintah,” tulis Padilla di akun media sosial miliknya.
Pablo Escobar merupakan salah satu tokoh kriminal paling terkenal dalam sejarah dunia, dikenal sebagai raja narkoba asal Kolombia yang memimpin Kartel Medellín pada era 1970–1990-an.
Escobar memimpin Medellín Cartel, organisasi penyelundupan kokain terbesar di dunia.
Pada puncaknya, kartelnya menguasai sekitar 80% pasokan kokain global, terutama ke Amerika Serikat.
Escobar pernah masuk daftar orang terkaya dunia versi Forbes, dengan kekayaan diperkirakan mencapai miliaran dolar.
Escobar dikenal membangun rumah mewah, kebun binatang pribadi, hingga fasilitas umum untuk masyarakat miskin.
Baca Juga: Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba
Berita Terkait
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba
-
Siapa Amaranta Hank? Eks Artis 'Adult Film' Internasional yang Guncang Pemilu
-
Ruang Tunggu Hana
-
Asal-usul Gembong Narkoba Dewi Astutik: Dari Penipu Online Hingga Bertemu Godfather Nigeria
-
Giliran Pelatih dari Kolombia Disebut Calon Pelatih Timnas Indonesia, Punya Mazhab Seperti STY
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko