News / Internasional
Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah video dirinya menari di tengah memanasnya perang dengan Iran viral di media sosial. [Fox 7]
Baca 10 detik
  • Presiden Kolombia, Gustavo Petro, sedang diselidiki jaksa Amerika Serikat terkait dugaan jaringan narkoba.
  • Penyelidikan berfokus pada pertemuan dan dana kampanye Pemilu 2022 yang diduga berasal dari pengedar.
  • Petro membantah tuduhan tersebut dan mengaitkan isu ini dengan dinamika politik menjelang pemilu mendatang.

Suara.com - Presiden Kolombia, Gustavo Petro, dilaporkan masuk dalam dua penyelidikan kriminal oleh jaksa di Amerika Serikat.

Kasus ini terkait dugaan jaringan penyelundupan narkoba di Amerika Latin.

Laporan awal menyebut jaksa di Brooklyn dan Manhattan menyelidiki kemungkinan Petro pernah bertemu pengedar narkoba dan menerima dana kampanye dari mereka pada Pemilu 2022.

Namun, hingga kini Petro belum didakwa dan penyelidikan masih tahap awal.

“Tidak ada satu pun penyelidikan di Kolombia terkait hubungan saya dengan pengedar narkoba, karena saya tidak pernah berbicara dengan mereka seumur hidup saya,” bantah Petro di media sosial seperti dilansir dari Aljazeera.

Ia juga menegaskan telah melarang tim kampanyenya menerima dana ilegal.

“Saya meminta manajer kampanye untuk tidak menerima sumbangan dari bankir maupun pengedar narkoba,” ujarnya.

Petro menilai isu ini bermuatan politik dan menyasar dirinya menjelang pemilu.

“Proses di AS justru akan membantu membongkar tuduhan dari kelompok sayap kanan Kolombia,” katanya.

Baca Juga: Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa

Ketegangan politik pun meningkat karena waktu kemunculan kasus ini berdekatan dengan pemilu presiden 31 Mei mendatang.

Analis menilai isu tersebut bisa memengaruhi dinamika politik nasional.

“Ini bisa menjadi sinyal bagaimana AS dapat memengaruhi hasil pemilu,” kata analis keamanan regional.

Ia menambahkan, jika terjadi lebih dekat hari pemungutan suara, hal itu bisa dianggap sebagai bentuk intervensi.

Hubungan Petro dengan Presiden AS Donald Trump juga diketahui tidak harmonis.

Keduanya kerap berselisih terkait kebijakan penanganan narkoba dan pendekatan militer di kawasan.

Load More