Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana blokade terhadap wilayah strategis Selat Hormuz.
Kebijakan ini muncul setelah perundingan damai antara AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan. Dalam laporan Al Jazeera, langkah ini disebut sebagai salah satu eskalasi terbesar dalam konflik terbaru antara kedua negara.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati perairan sempit ini setiap harinya. Blokade direncanakan dimulai sejak pukul 10 pagi waktu WashingtonDC (14:00 GMT) pada hari Senin.
Oleh karena itu, setiap gangguan di wilayah ini tidak hanya berdampak pada negara-negara yang berkonflik, tetapi juga ekonomi global secara keseluruhan.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi? Berikut 5 fakta penting terkait AS blokade Selat Hormuz.
1. Blokade Menargetkan Pelabuhan Iran, Bukan Semua Kapal
Meskipun terdengar seperti penutupan total Selat Hormuz, blokade yang dilakukan AS sebenarnya lebih spesifik. Militer AS menyatakan bahwa operasi ini menargetkan kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran, bukan seluruh lalu lintas internasional.
Artinya, kapal dari negara lain masih diperbolehkan melintas selama tidak berhubungan dengan Iran. Namun, kapal yang mencoba masuk ke wilayah blokade tanpa izin berisiko dicegat, dialihkan, bahkan disita oleh angkatan laut AS.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa tujuan utama bukan menutup jalur global sepenuhnya, melainkan menekan aktivitas maritim Iran.
Baca Juga: Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat
2. Dipicu Gagalnya Negosiasi Damai
Blokade ini tidak muncul secara tiba-tiba. Langkah tersebut diambil setelah perundingan antara AS dan Iran yang berlangsung selama berjam-jam di Pakistan terakhir tanpa kesepakatan.
Kegagalan diplomasi ini memperburuk situasi yang sebelumnya sudah tegang akibat konflik militer selama beberapa minggu. Bahkan, blokade ini disebut sebagai kelanjutan dari perang yang belum benar-benar selesai.
Dengan kata lain, blokade menjadi alat tekanan baru setelah jalur diplomasi tidak berhasil.
3. Tujuan Utama: Menekan Ekonomi Iran
Salah satu tujuan paling jelas dari blokade ini adalah melemahkan ekonomi Iran. Dengan membatasi akses keluar masuk pelabuhan, ekspor minyak dan gas Iran dapat terhambat secara signifikan.
Tag
Berita Terkait
-
Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat
-
Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?
-
Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?
-
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan
-
Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim
-
Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?
-
Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual
-
Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?
-
Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat
-
Tak Percaya Polri dan Kejagung, SEMA UGM Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan
-
MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi
-
Roy Suryo Gugat Pasal Peretasan di Praperadilan, Tim Hukum Uji Bukti Lewat Komputer Pengadilan
-
Ledakan di MAN 3 Padang, Densus 88 Sebut Pelaku Terinspirasi Kasus Bom SMAN 72 Jakarta