- Presiden AS Donald Trump memberlakukan blokade militer di Selat Hormuz mulai Selasa (14/4/2026) guna membatasi akses kapal Iran.
- Sejumlah negara anggota NATO seperti Inggris dan Prancis menolak terlibat dalam aksi blokade militer yang dilakukan AS.
- Negara-negara Eropa memilih menyiapkan misi internasional defensif untuk memulihkan keamanan pelayaran setelah konflik bersenjata tersebut nantinya berakhir.
Suara.com - Sejumlah negara anggota NATO menyatakan tidak akan ikut terlibat dalam rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz.
Mereka memilih menunggu hingga konflik berakhir sebelum mengambil langkah di Selat Hormuz.
Pernyataan ini muncul setelah Trump menegaskan militer AS akan menghancurkan kapal Iran yang mendekati zona blokade yang mulai diberlakukan pada Selasa (14/4/2026).
Kebijakan tersebut diambil setelah perundingan akhir pekan gagal mencapai kesepakatan damai dalam konflik yang telah berlangsung enam pekan.
Awalnya, Trump menyebut blokade akan dilakukan bersama sejumlah negara lain di Selat Hormuz.
Namun, militer AS kemudian mengklarifikasi bahwa pembatasan hanya berlaku bagi kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran.
Sejak perang pecah pada 28 Februari, Iran disebut telah membatasi akses jalur tersebut bagi hampir semua kapal selain miliknya.
Teheran juga diduga ingin memperkuat kontrol permanen atas selat strategis itu, termasuk kemungkinan menarik biaya dari kapal yang melintas.
“Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain akan terlibat dalam blokade ini,” tulis Trump di Truth Social.
Baca Juga: BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124
Meski demikian, sekutu NATO seperti Inggris dan Prancis menolak bergabung. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan posisi negaranya.
“Kami tidak mendukung blokade,” ujar Keir Starmer dikutip dari BBC.
“Keputusan saya sangat jelas bahwa apa pun tekanannya, dan memang ada tekanan yang cukup besar, kami tidak akan terseret ke dalam perang,” imbuhnya.
Alih-alih mendukung langkah militer AS, negara-negara Eropa tengah menyiapkan inisiatif internasional untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut setelah konflik mereda.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan mengusulkan pembentukan misi internasional untuk memulihkan keamanan pelayaran.
“Misi ini bersifat defensif ketat, berbeda dari pihak yang bertikai, dan akan dikerahkan segera setelah situasi memungkinkan,” katanya.
Berita Terkait
-
Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz
-
Apa Itu MDCP? Kerjasama Militer AS-Indonesia yang Baru Diteken Sjafrie Sjamsoeddin
-
Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran
-
Indonesia dan AS Resmi Perkuat Kemitraan Pertahanan, Fokus Modernisasi hingga Latihan Militer
-
Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji
-
Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Dorong Sanksi Berat hingga DO
-
KPK Kalah! PN Jaksel Batalkan Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar
-
Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz
-
Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin
-
Studi Ungkap Aspal dan Beton Memerangkap Panas, Kenapa Kota Jadi Kian Menyengat?
-
Apa Itu MDCP? Kerjasama Militer AS-Indonesia yang Baru Diteken Sjafrie Sjamsoeddin
-
Pakar Hukum: Awasi Dana Asing ke NGO, Tapi Jangan Bungkam Kritik
-
Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus
-
Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran