Padahal, sektor energi merupakan tulang punggung ekonomi Iran. Dengan menutup jalur distribusi ini, AS berharap dapat memaksa Iran kembali ke meja perundingan dengan posisi yang lebih lemah.
Strategi ini bukan hanya militer, tetapi juga bentuk tekanan ekonomi skala besar.
4. Berkaitan dengan Kontrol Jalur Energi Dunia
Selat Hormuz bukan sekadar wilayah konflik biasa. Jalur ini merupakan salah satu choke point terpenting dalam perdagangan energi global. Sekitar seperlima minyak dunia melewati wilayah ini setiap hari.
Dalam konteks ini, blokade AS juga bertujuan untuk menghilangkan pengaruh Iran terhadap jalur strategis tersebut. Sebelumnya, Iran dituduh membatasi akses atau bahkan memeras kapal yang melintas dengan berbagai aturan.
Dengan mengambil alih kendali, AS ingin memastikan kebebasan navigasi tetap terjaga atau setidaknya menurut perspektif mereka.
5. Berisiko Memicu Krisis Global
Meskipun memiliki tujuan strategis, blokade ini membawa risiko besar. Gangguan di Selat Hormuz langsung berdampak pada harga minyak dunia, yang melonjak hingga di atas 100 dolar per barel.
Selain itu, ribuan kapal dan puluhan ribu pelaut dilaporkan terdampak akibat pembatasan lalu lintas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat
Tak hanya ekonomi, eskalasi militer juga menjadi ancaman nyata. Iran telah memperingatkan bahwa tindakan ini bisa dianggap sebagai provokasi dan akan dibalas. Hal ini membuka kemungkinan konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Blokade ini secara khusus dan garis besar dirancang untuk menghambat ekspor minyak Iran yang menjadi sumber utama pendapatan negara tersebut.
Dengan membatasi kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, pemasukan devisa Iran bisa turun drastis.
Tujuannya jelas untuk membuat Iran mengalami tekanan ekonomi berat sehingga sulit membiayai operasi militer maupun program strategis lainnya.
Secara resmi, langkah ini bisa diposisikan sebagai upaya mengendalikan konflik tanpa langsung menyerang darat.
Namun di sisi lain, justru ada risiko besar karena Iran bisa menganggap ini sebagai tindakan agresi. Terlebih lagi, ketegangan bisa meningkat menjadi konflik terbuka bahkan bisa menyebabkan harga minyak global bisa melonjak dan memicu krisis ekonomi.
Blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz bukan sekadar langkah militer biasa, melainkan strategi kompleks yang mencakup tekanan ekonomi, kontrol geopolitik, dan kepentingan energi global. Dengan menargetkan pelabuhan Iran, AS berupaya melemahkan posisi lawannya tanpa harus menutup jalur perdagangan dunia sepenuhnya.
Namun, langkah ini tetap berisiko tinggi. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga oleh seluruh dunia melalui lonjakan harga energi dan ketidakstabilan ekonomi global.
Ke depan, situasi ini akan sangat bergantung pada apakah kedua pihak dapat kembali ke meja perundingan atau justru semakin terjerumus ke dalam konflik yang lebih besar.
Kontributor : Dea Nabila
Tag
Berita Terkait
-
Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat
-
Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?
-
Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?
-
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan
-
Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
KPK Ogah Buru-buru Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus: Jangan Berandai-andai
-
Ekonom Bongkar Alasan Warga Pesimis Cari Kerja: PHK Marak, Ekonomi Melambat
-
Analis Sebut Prabowo Alami Miopi Politik: Hanya Tahu yang Baik-baik Saja
-
Pakar Bongkar Biang Kerok Korupsi Pejabat: Pilkada Mahal Bikin Kepala Daerah Berutang Budi
-
Habiburokhman Buka Suara Soal Kejagung Stop Usut SPPG Bermasalah: Saya Belum Tahu
-
Kejagung Ungkap Alasan Kortastipidkor Polri Datangi Gedung Bundar Bawa Koper Pink, Ada Apa?
-
Hanya Jawab Singkat, Begini Respons Kapolri Usai Dikritik Mahfud MD Soal Kasus Febrie
-
Siap Diresmikan Prabowo, LRT Jakarta Rute Manggarai Beroperasi Agustus 2026!
-
Kelanjutan Nasib JPO Tendean: Dibongkar Usai Rusak Parah, Ganti Rugi Miliaran Rupiah Masih Gelap
-
Masih Ada yang Belum Terjerat! KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Kuota Haji