- Pemerintah Iran mengecam aksi provokasi Menteri Israel Itamar Ben-Gvir yang memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Selasa, 15 April.
- Tindakan tersebut dianggap sebagai upaya sistematis Israel dalam mengubah identitas sejarah dan status quo Masjid Al-Aqsa.
- Iran mendesak negara Muslim serta OKI untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan pelanggaran hukum di kawasan.
Suara.com - Pemerintah Iran mengecam keras aksi penistaan dan penodaan Masjid Al Aqsa yang dilakukan ekstremis Zionis yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari rangkaian pelanggaran yang terus terjadi di wilayah Palestina.
Dalam pernyataan resmi, Teheran juga menyoroti serangan yang disebut ilegal terhadap Lebanon dan negara lain di kawasan.
“Iran menilai seluruh negara memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk menghadapi tren ini, serta mengecam dan menghukum pelaku kejahatan,” ujar Baqaei dilansir dari Tasnim News Agency, Selasa (15/4).
Baqaei menegaskan posisi Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam dan situs suci yang memiliki nilai historis tinggi.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan upaya untuk mengubah identitas Islam dan sejarah kota suci Al-Quds serta memicu kemarahan umat Muslim dunia.
Baqaei juga mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan negara-negara Muslim untuk mengambil langkah konkret.
Ia meminta adanya tindakan efektif guna menghadapi apa yang disebut sebagai upaya sistematis Israel terhadap identitas Al-Quds.
Sebelumnya, Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.
Baca Juga: 5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?
Ben-Gvir memasuki area masjid dengan pengawalan ketat aparat Israel dan didampingi para pemukim.
Ben-Gvir bahkan melakukan doa Yahudi di lokasi yang secara kesepakatan sejak 1967 hanya diperuntukkan bagi ibadah umat Muslim, meski non-Muslim diizinkan berkunjung.
Aksi ini memicu kecaman keras dari Palestina dan negara-negara kawasan karena dinilai melanggar status quo tempat suci tersebut.
Kementerian Luar Negeri Yordania menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius.
“Ini adalah penodaan kesucian Al-Aqsa, eskalasi yang tercela dan provokasi yang tidak dapat diterima,” demikian pernyataan resmi Kemenlu Yordania seperti dilansir dari Aljazeera.
Otoritas Palestina juga mengecam keras langkah tersebut.
Berita Terkait
-
5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?
-
Hizbullah Mau Baikkan dengan Israel, Syaratnya...
-
Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung
-
Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat
-
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru