- Majalah Tempo meminta maaf atas pemberitaan merger Partai NasDem dengan Partai Gerindra edisi 13-19 April 2026.
- Partai NasDem menilai visualisasi sampul majalah tersebut merendahkan harkat dan martabat kader serta pengurus partai.
- Tempo berkomitmen memuat permohonan maaf dalam 1x24 jam guna mencegah pelaporan NasDem ke pihak Dewan Pers.
Suara.com - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mengaku jika pihak Majalah Tempo telah meminta maaf atas pemberitaannya yang dimuat dalam edisi 13-19 April 2026.
Dalam pemberitaan itu Tempo menyebut jika Partai NasDem bakal melakukan penggabungan atau merger bersama Partai Gerindra.
Ketua DPW Partai NasDem, DKI Jakarta Wibi Andriano mengatakan jika Majalah Tempo telah melakukan permintaan maaf dan klarifikasi atas hasil jurnalistiknya yang ditampilkan.
Wibi mengatakan, berdasarkan perspektifnya, Tempo merasa ada kekhawatiran jika NasDem bakal dicaplok oleh partai tertentu.
“Mengklarifikasi bahwasanya Tempo dalam perspektifnya memvisualkan bahwasanya kondisi ada kekhawatiran dari Tempo, Partai NasDem sebagai salah satu mitra strategis Tempo dalam memperjuangkan pilar demokrasi, ada kekhawatiran dicaplok oleh kelompok tertentu ataupun partai tertentu,” katanya, kepada wartawan di Kantor Majalah Tempo, Selasa (14/4/2026).
Wibi mengatakan, agar semuanya menjadi jelas, mungkin saja dalam perspektifnya Majalah Tempo berpihak kepada NasDem.
Akan tetapi edisi yang menampilkan cover Surya Paloh menanggalkan sepatu dan jas, dan seakan berjalan dengan lesu dinilai merendahkan harkat dan martabat Partai NasDem.
“Nah, ini ingin kita make it clear di Tempo. Dalam POV atau perspektif Tempo mungkin dia ingin mengesankan berpihak pada NasDem,” kata Wibi.
“Tapi bagi kami di NasDem, apa yang ditampilkan Tempo itu adalah merendahkan harkat dan martabat daripada kader Partai NasDem,” imbuhnya.
Baca Juga: Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah
Sehingga antara Tempo dan NasDem, lanjut Wibi, tidak memiliki kesamaan dalam sudut pandang. Sehingga hal ini perlu diluruskan agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.
“Nah, ini ada dua hal yang tidak match dan kita luruskan di situ,” katanya.
Dalam 1x24 jam ke depan, kata Wibi, Tempo juga diminta untuk memuat pernyataan maaf atas apa yang dirasakan oleh Partai NasDem.
“Tempo mengakui itu dan bersama Partai NasDem dalam waktu 1x24 jam yang kita mintakan kepada Tempo, Tempo akan memuat permintaan maaf atas hal yang memang dirasakan oleh Partai NasDem itu adalah sesuatu yang merendahkan,” ujarnya.
Hari ini, NasDem sebelumnya berencana untuk melaporkan hal ini ke Dewan Pers. Namun dengan permintaan maaf secara langsung, dan menyanggupi memuat permintaan maaf, hal itu diurungkan.
“Kami akan menunggu apa yang menjadi komitmen kami bersama Tempo barusan dalam waktu 1x24 jam kita tunggu permintaan daripada Tempo dan mohon maaf. Bilamana itu juga tidak ditampilkan maka esok hari kita akan datang lagi dengan mungkin kader yang lebih banyak ke kantor Tempo untuk menuntut komitmen daripada Tempo dan juga kita akan datang ke Dewan Pers,” tambah dia.
Berita Terkait
-
Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
-
Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru
-
Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat
-
Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik