News / Internasional
Selasa, 14 April 2026 | 15:10 WIB
USS George HW Bush (Wikipedia)
Baca 10 detik
  • Kapal induk Amerika Serikat memutar rute melewati Afrika guna menghindari serangan Houthi di Yaman.

  • Kegagalan perundingan di Islamabad memicu pemberlakuan blokade militer di kawasan strategis Selat Hormuz.

  • Eskalasi konflik meningkat tajam setelah aksi saling serang antara militer Amerika Serikat dan Iran.

Situasi ini menutup akses logistik utama yang selama ini menjadi urat nadi perdagangan energi di dunia internasional.

Sebelumnya pihak Iran dan Amerika Serikat sempat mencoba membangun dialog perdamaian dalam pertemuan di Islamabad.

Pertemuan yang berlangsung pada hari Sabtu tersebut awalnya dirancang untuk membahas rencana gencatan senjata jangka pendek.

Presiden Donald Trump sendiri sempat mengklaim adanya sinyal positif mengenai kesepakatan damai selama dua pekan ke depan.

Namun harapan tersebut pupus setelah pemimpin delegasi memberikan pernyataan resmi mengenai hasil akhir pembicaraan pada Ahad pagi.

Wakil Presiden J.D. Vance menyatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut.

Kepulangan Delegasi Tanpa Hasil Kesepakatan

J.D. Vance menegaskan bahwa delegasi Amerika Serikat akan kembali ke Washington tanpa membawa satu pun poin kesepakatan.

Kegagalan ini memicu ketidakpastian baru dalam peta politik dan stabilitas keamanan di wilayah Timur Tengah tersebut.

Baca Juga: Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung

Absennya kesepakatan tertulis membuat kedua negara kembali dalam posisi saling berhadapan secara militer di lapangan terbuka.

Kondisi tersebut memperparah keretakan hubungan bilateral yang sebelumnya sudah rusak akibat serangkaian aksi saling serang.

Washington kini lebih mengedepankan pendekatan kekuatan militer daripada jalur dialog yang dianggap sudah tidak lagi efektif.

Ketegangan besar ini sebenarnya berakar dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Sejumlah target strategis di wilayah kedaulatan Iran termasuk ibu kota Teheran menjadi sasaran serangan udara militer.

Aksi militer tersebut tidak hanya merusak infrastruktur penting tetapi juga menyebabkan jatuh korban dari pihak sipil.

Load More