- Andi Widjajanto menyatakan Selat Malaka merupakan jalur logistik krusial bagi Amerika Serikat dalam menghadapi potensi konflik militer.
- Indonesia akan menerapkan prinsip hak lintas damai UNCLOS 1982 bagi kapal asing selama belum terjadi perang terbuka.
- Jika eskalasi memuncak menjadi perang terbuka, wilayah strategis Indonesia berisiko menjadi target serangan militer pihak yang bertikai.
Ia bahkan memprediksi potensi ancaman langsung terhadap wilayah Indonesia, khususnya di Natuna.
“Saya membayangkannya Cina akan tahu kapal-kapal itu lewat. Begitu tahu bahwa akan merapat misalnya di salah satu kepulauan di Natuna, ya oleh Cina dilempar dulu rudalnya,” ujarnya, seraya menekankan perlunya perhitungan taktis yang lebih serius dalam menghadapi skenario tersebut.
Bayang-bayang Perang Dunia II
Situasi ini, menurut Andi, mirip dengan skenario saat Jepang menyerang Indonesia pasca-peristiwa Pearl Harbour pada 1941. Kala itu, wilayah strategis seperti Balikpapan menjadi incaran utama karena cadangan energinya.
"Kalau perangnya dalam skala seperti itu, maka kerawanan kita akan di Malaka, akan di Selat Sunda, ya akan di Selat Lombok dan Laut Sulawesi. Natuna termasuk potensi, apalagi Natuna sekarang sudah ditemukan cadangan minyak dan gas secara signifikan," pungkasnya.
Andi lantas mengingatkan, meski Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik, posisi geografis dan kekayaan alam di titik-titik choke point tersebut secara otomatis membuat Indonesia "terlibat" dalam kalkulasi perang kekuatan global.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas