- Analis Selamat Ginting mengungkap kompetisi halus antara Presiden Prabowo dan Wapres Gibran demi persiapan Pilpres tahun 2029 mendatang.
- Gibran melakukan manuver politik melalui rekrutmen tokoh partai, isu HAM, hingga pembentukan relawan di tiga puluh empat provinsi.
- Rencana pemindahan kantor Wakil Presiden ke IKN dianggap sebagai tantangan yang berpotensi menjauhkan Gibran dari pusat politik Jakarta.
Suara.com - Analis Politik dan Militer, Selamat Ginting, mengungkap adanya "kompetisi halus" antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Gibran dinilai tengah gencar melakukan manuver politik untuk membangun kekuatan sebagai persiapan pada Pilpres 2029.
Selamat Ginting menyebut salah satu indikasi persaingan elite ini terlihat dari upaya Gibran menarik tokoh-tokoh Partai NasDem ke PSI, di saat Prabowo justru sedang merangkul Surya Paloh masuk ke koalisi besar pemerintah.
"Ini bisa dibaca sebagai apa? Kompetisi halus di dalam koalisi pemerintahan Prabowo sendiri antara Presiden dengan Wapres. Ada kompetisi di sini," ujar Selamat Ginting dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (14/4/2026).
Selamat Ginting juga menyoroti rencana pemindahan kantor Wakil Presiden ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menilai langkah tersebut merupakan situasi simalakama bagi Gibran yang merasa akan dijauhkan dari pusat dinamika politik di Jakarta.
"Ini menurut saya juga menjadi persoalan bagi Gibran. Artinya dia merasa akan dibuang ke sana. Ini kan menunjukkan simalakama juga bagi Jokowi dan juga bagi Gibran. ‘Kalau lu nggak mau, berarti Anda menolak karya bapakmu yang rencananya yang ingin membangun IKN’,” jelasnya.
Manuver Isu HAM
Manuver lain yang dianggap sebagai upaya "pecah kongsi" adalah sikap Gibran yang tiba-tiba vokal soal isu Hak Asasi Manusia (HAM).
Dorongan Gibran untuk menggunakan hakim ad hoc dalam kasus aktivis KontraS, Andrie Yunus dinilai Selamat Ginting sebagai upaya mendelegitimasi TNI, institusi yang menjadi basis kekuatan Prabowo.
Baca Juga: Dapat Kejutan Ultah di DPR, Titiek Soeharto Senyum-senyum Ditanya Ucapan 'Spesial' dari Prabowo
"Sejak kapan tiba-tiba seorang Gibran berbicara dalam konteks HAM dan segala macam? Nggak pernah ada,” tuturnya.
Selamat Ginting juga menyinggung soal pernyataan Gibran tersebut yang tidak disampaikan secara lisan, melainkan melalui rilis resmi. Ia menduga ada tim di balik layar yang memang merancang strategi agar Gibran terlihat responsif dan populis demi keluar dari bayang-bayang elit di lingkaran Prabowo.
"Manuver Gibran ini menurut saya bisa dipersepsikan publik dia sedang mendelegitimasi TNI di dalam kasus ini. Artinya Gibran sudah ingin bisa berhadap-hadapan dengan TNI di mana Prabowo background-nya di situ," tambahnya.
Puncaknya, kata Selamat Ginting, adalah pembentukan basis relawan di 34 provinsi. Ia memandang hal tersebut sebagai bukti nyata persiapan Gibran menghadapi 2029.
Selamat Ginting bahkan menyebut Gibran berpotensi mengambil keuntungan politik dari narasi-narasi yang mencoba menggoyang kepemimpinan Prabowo saat ini.
"Gibran tentu bisa menunggangi isu turunkan Prabowo itu. Jadi ini memang sudah ada pertarungan antara Prabowo dengan Gibran. Contoh itu tadi dengan membentuk 34 relawan itu kan nyata-nyata bahwa dia bersiap menantang Prabowo di Pilpres 2029,” pungkasnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru