- Jubir KPK Budi Prasetyo dilaporkan Faizal Assegaf ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran berita bohong dan fitnah pada 14 April 2026.
- Budi menegaskan seluruh tindakan penyitaan barang bukti dari saksi Faizal telah dilakukan sesuai prosedur hukum dan transparansi lembaga.
- Faizal mengklaim barang yang disita penyidik KPK merupakan bantuan pribadi yang tidak terkait dengan kasus korupsi Bea Cukai.
Suara.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, menanggapi santai laporan polisi yang dilayangkan Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri sekaligus aktivis Faizal Assegaf terhadap dirinya.
Budi menegaskan bahwa informasi yang ia sampaikan ke publik merupakan bagian dari transparansi lembaga dalam mengawal kasus dugaan korupsi di Ditjen Bea dan Cukai.
Terlebih, ia juga menganggap seluruh proses hukum yang dijalankan KPK, mulai dari pemanggilan saksi hingga penyitaan, sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Tentu kami memandang tidak ada masalah, karena seluruh proses hukum yang dilakukan oleh KPK dalam pemanggilan kepada para saksi, pemeriksaan kepada yang bersangkutan, termasuk penyitaan, dan apa yang kemudian kami sampaikan kepada masyarakat sebagai bagian dari pertanggungjawaban KPK kepada publik untuk menyampaikan setiap perkembangan penanganan perkara,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).
Lebih lanjut, Budi meyakini penyidik Polda Metro Jaya akan bekerja secara profesional dalam menangani aduan tersebut. Ia memandang langkah Faizal sebagai hal yang wajar dalam koridor hukum.
“Kami tentu menghormati sebagai hak konstitusi seorang warga negara,” tuturnya.
Budi juga membeberkan, dalam pemeriksaan saksi terkait kasus Bea Cukai, Faizal telah mengakui adanya barang-barang yang ia terima.
Atas dasar pengakuan itulah, penyidik kemudian melakukan penyitaan untuk kepentingan pendalaman materi perkara.
“Penyidik juga kemudian melakukan penyitaan terhadap barang-barang tersebut yang tentunya penyidik punya argumentasi yang kuat untuk kemudian melakukan pendalaman suatu materi kepada seorang saksi apalagi sampai dengan melakukan penyitaan terhadap barang-barang yang dikuasai oleh yang bersangkutan,” tandas Budi.
Baca Juga: Indra Iskandar Menang Praperadilan, Hakim Perintahkan KPK Hentikan Penyidikan
Dituding Fitnah
Faizal Assegaf melaporkan Budi Prasetyo ke Polda Metro Jaya pada Selasa (14/4/2026).
Dalam laporannya, Faizal menuding Jubir KPK tersebut telah menyebarkan berita bohong dan memelintir informasi usai dirinya diperiksa sebagai saksi pada 7 April lalu.
"Saya datang sebagai warga negara untuk memperjuangkan hak saya sebagai warga negara, melawan juru bicara KPK atas penyebaran berita fitnah, kebohongan publik, sosiologi dalam masalah yang terjadi di penanganan Bea Cukai," tegas Faizal di Mapolda Metro Jaya.
Faizal juga mengklarifikasi bahwa barang-barang yang disita penyidik seperti komputer dan perangkat elektronik lainnya, merupakan bantuan pribadi dari seseorang bernama Rizal dan tidak berkaitan dengan skandal korupsi impor di Bea Cukai.
Ia mengaku geram karena merasa informasi yang disampaikan Budi ke publik tidak menjelaskan peristiwa yang sebenarnya dan justru menggiring opini bahwa dirinya terlibat dalam perkara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
FKBI Kritik Tayangan World Cup 2026 TVRI Gara-Gara Promosi Super Soccer
-
Sekolah Rakyat Junjung Prinsip Setiap Siswa Berharga, ESQ Dukung Pemetaan Talenta Siswa
-
Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal
-
28.478 Siswa Baru Masuk Sekolah Rakyat
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap Empat Gelombang
-
JPO Tendean Nyaris Ambruk, Crane Masih Tersangkut dan Kemacetan Mengular
-
Tiang Copot Usai Dihantam Truk! JPO Tendean Harus Dibongkar Total, Arus ke Blok M Bakal Ditutup
-
Sempat Dijaga TNI Rumah Febrie di Radio Dalam Bakal Digeledah? Kejagung Siap Cari Bunker Rahasia
-
Donald Trump Janji Bikin Iran Menderita: Kami Pukul Mereka dengan Sangat Keras
-
Jejak Ferry Hongkiriwang: Dari Kasus Culik Densus 88 ke Skandal Korupsi Jampidsus Febrie Adriansyah