- Polda Metro Jaya menangkap lima pelaku pembegalan terhadap petugas pemadam kebakaran di sebuah hotel kawasan Pluit, Jakarta Utara.
- Para tersangka berinisial F, RS, TA, R, dan RA ditangkap setelah aksinya terekam kamera CCTV pada April 2026.
- Polisi masih memburu empat pelaku lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang terkait kasus pembegalan motor dan ponsel.
Suara.com - Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat menangkap lima pelaku pembegalan brutal terhadap seorang petugas pemadam kebakaran, Bimo Margo Hutomo (29).
Para tersangka ditangkap saat sedang bersembunyi di sebuah hotel di kawasan Pluit, Jakarta Utara, pada Senin (13/4/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut identitas dan keberadaan kelima tersangka berhasil teridentifikasi lewat analisis rekaman kamera pengawas atau CCTV.
“Kelimanya diamankan di sebuah hotel di wilayah Pluit untuk kemudian dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi di Polda Metro Jaya, Selasa (14/4/2026).
Identitas kelima tersangka yang telah ditangkap masing-masing berinisial F (30), RS (19), TA (20), R (21), dan RA (24). Kepada penyidik, mereka mengaku berbagi peran dalam melancarkan aksinya, mulai dari eksekutor hingga pemantau situasi.
“Mulai dari menabrak dan memukul korban, mengambil barang milik korban, hingga memantau situasi di sekitar lokasi kejadian,” jelas Budi.
Meski lima orang telah tertangkap, polisi menegaskan operasi pengejaran belum berakhir. Saat ini, masih ada empat pelaku lain yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tengah diburu oleh tim di lapangan.
“Kami masih memburu empat orang lainnya yang diduga kuat ikut terlibat dalam pemukulan dan membawa kabur sepeda motor korban. Identitasnya sudah kami kantongi,” tegas Budi.
Korban Luka Parah
Baca Juga: Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
Kasus pembegalan ini sebelumnya menjadi sorotan karena korban, Bimo Margo Hutomo, diserang secara sadis pada Kamis (2/4/2026) dini hari.
Modus yang digunakan pelaku adalah menendang motor korban hingga terjatuh, kemudian menghantam korban menggunakan batu hingga mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan.
Setelah korban tidak berdaya, para pelaku menggasak sepeda motor serta dua buah ponsel milik korban.
Budi memastikan pihak kepolisian tidak akan mentoleransi segala bentuk kejahatan jalanan dan akan menindak tegas para pelaku yang meresahkan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru