-
Indonesia dikabarkan memberi izin terbang bebas bagi militer Amerika Serikat di wilayah udara nasional.
-
Kebijakan baru ini berpotensi menggeser doktrin politik luar negeri bebas aktif Indonesia saat ini.
-
Dampak akses ini memicu kekhawatiran kedaulatan serta potensi reaksi keras dari pemerintah China.
Pengamat militer menilai hal ini memberikan kemampuan bagi AS untuk melakukan patroli rutin menggunakan pesawat canggih seperti P-8A Poseidon.
Pesawat tanker KC-46A Pegasus hingga pembom strategis B-1B Lancer kini berpotensi memantau Selat Malaka secara terus-menerus setiap saat.
Peningkatan kehadiran militer asing di salah satu jalur perdagangan tersibuk dunia ini tentu memicu beragam reaksi di dalam negeri.
Sejumlah kritikus domestik mulai menyuarakan kekhawatiran mengenai potensi pengikisan kedaulatan wilayah udara yang selama ini dijaga ketat.
Kebijakan ini dianggap oleh sebagian pihak sebagai tanda pergeseran orientasi politik luar negeri Presiden Prabowo yang lebih condong ke Barat.
Dalam konteks ketegangan global akses ini memungkinkan AS mengawasi pengiriman komoditas yang dianggap bertentangan dengan kepentingan nasional mereka.
Menurut Murray Hunter lagi, hal ini menjadi kabar buruk bagi China mengingat sebagian besar pasokan minyak mereka dari Teluk melewati Selat Malaka.
"Keseimbangan kekuatan di kawasan ASEAN kini berada di titik persimpangan akibat potensi gesekan militer di wilayah perairan Indonesia tersebut," tulisnya.
Respons China dan Masa Depan ASEAN
Baca Juga: Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik
Indonesia yang kini menjadi kolaborator militer erat bagi AS secara otomatis mengubah status detente atau peredaman ketegangan di Asia.
Doktrin tradisional “Bebas Aktif” yang sebelumnya sangat ditekankan kini menghadapi ujian berat di tengah persaingan negara adidaya yang menajam.
Dunia internasional kini tengah menunggu bagaimana reaksi resmi Beijing terhadap penyelarasan kebijakan pertahanan yang dilakukan oleh pemerintah Jakarta ini.
Sebagai mitra dagang utama yang berinvestasi besar pada infrastruktur RI China memiliki berbagai instrumen tekanan diplomatik maupun ekonomi.
Beijing bisa saja merespons dengan sanksi perdagangan atau meningkatkan aktivitas militer mereka di sekitar perbatasan laut Indonesia ke depannya.
Isu ini muncul di tengah upaya Indonesia memperkuat aliansi pertahanan global demi modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional.
Jika kerja sama logistik ini berjalan lancar ada kemungkinan integrasi militer dengan Australia juga akan semakin diperdalam nantinya.
Meski demikian kabar terbaru dari Jakarta menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut sebenarnya belum mencapai tahap final yang mengikat.
Pemerintah Indonesia dilaporkan masih mempertimbangkan secara mendalam segala konsekuensi geopolitik dan risiko keamanan yang mungkin ditimbulkan nantinya.
Penundaan ini mengisyaratkan adanya pertimbangan ulang terkait tekanan domestik dan keseimbangan hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas