- Harga minyak dunia turun signifikan pada 15 April 2026 akibat kemajuan diplomasi konflik di Timur Tengah.
- Pembukaan Selat Hormuz mengurangi premi risiko perang sehingga harga WTI dan Brent berada di bawah US$95.
- Pasar saham global merespons positif penurunan harga minyak dengan reli bursa di Asia, Eropa, dan Amerika.
Suara.com - Kabar positif dari meja diplomasi internasional berhasil meredam gejolak pasar energi global.
Pada perdagangan Rabu pagi (15/4/2026), harga minyak dunia dilaporkan anjlok signifikan seiring kembalinya harapan akan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah serta pembukaan kembali jalur krusial Selat Hormuz.
Penurunan ini mencerminkan berkurangnya "premi risiko perang" yang sebelumnya membuat harga melambung. Para investor kini mulai melakukan kalkulasi ulang dan melihat peluang yang lebih kecil terhadap risiko perluasan konflik regional yang lebih destruktif.
Berdasarkan data terbaru dari Oilprice.com hingga pukul 08.47 waktu Tokyo, dua standar minyak mentah utama dunia menunjukkan tren koreksi yang tajam:
- WTI Crude: Berada di level US$91,25 per barel.
- Brent Crude: Berada di level US$94,79 per barel.
Penurunan di bawah ambang batas psikologis US$95 ini menggarisbawahi betapa cepatnya sentimen pasar dapat berubah ketika jalur diplomasi mulai menunjukkan kemajuan yang konkret.
Pasar Saham Global Merespons Positif
Melandainya harga minyak menjadi katalis positif bagi pasar ekuitas dunia. Wall Street ditutup menguat pada Selasa (14/4), yang kemudian diikuti oleh reli di bursa Asia dan Eropa pagi ini.
Asia: Indeks Nikkei Jepang memimpin penguatan di kawasan Asia dengan pembukaan yang lebih tinggi, melanjutkan tren kenaikan dari hari sebelumnya.
Eropa: Bursa saham Eropa secara umum bergerak di zona hijau. Namun, bursa London hanya mencatatkan kenaikan tipis 0,3 persen. Hal ini disebabkan oleh penurunan harga minyak Brent yang justru menekan saham-saham raksasa energi seperti BP dan Shell.
Baca Juga: Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
Mata Uang: Dolar AS, yang biasanya menjadi aset aman (safe haven) di masa krisis, terpantau melemah terhadap mata uang utama lainnya seiring meredanya kekhawatiran pasar.
Progres Negosiasi Israel-Lebanon
Optimisme pasar juga dipicu oleh kemajuan pembicaraan antara Israel dan Lebanon yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Washington. Investor menyambut baik rencana negosiasi langsung antara kedua negara tersebut.
Pemerintah AS saat ini tengah memberikan tekanan besar untuk menghentikan konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah. Washington khawatir eskalasi di front ini dapat merusak gencatan senjata dua minggu dalam perang AS dengan Iran, terutama setelah upaya negosiasi di Pakistan sebelumnya belum membuahkan terobosan besar.
Presiden Donald Trump mmengklaim bahwa dirinya telah dihubungi oleh pejabat Iran yang menyatakan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan.
Faktor ekonomi, terutama lonjakan harga minyak yang mulai membebani permintaan global, disinyalir menjadi pendorong utama bagi pihak-pihak yang bertikai untuk segera mencari jalan keluar diplomatis.
Berita Terkait
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham