News / Internasional
Rabu, 15 April 2026 | 11:53 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth. [RollingStone]
Baca 10 detik
  • Menteri Perang AS, Pete Hegseth, dituduh memberikan laporan terlalu optimistis mengenai kondisi perang melawan Iran kepada Presiden Trump.
  • Pejabat Pentagon dan analis meragukan klaim lumpuhnya militer Iran karena fakta lapangan menunjukkan Iran masih memiliki kekuatan signifikan.
  • Insiden penembakan jet tempur AS oleh Iran membuktikan bahwa superioritas udara Amerika Serikat belum sepenuhnya tercapai di medan perang.

Sejumlah pejabat bahkan mengkritik metode pengukuran keberhasilan perang yang digunakan Hegseth.

“Menilai kekuatan Iran hanya dari jumlah peluncuran adalah metrik yang keliru. Yang penting adalah apakah mereka mencapai tujuan strategisnya,” ujar seorang pejabat.

Di sisi lain, Pentagon membantah tudingan tersebut dan menegaskan operasi militer berjalan sesuai rencana.

Juru bicara Pentagon menyebut serangan yang dilakukan telah melumpuhkan rezim Iran dan bahkan melampaui target yang ditetapkan.

Gedung Putih juga memastikan bahwa Presiden Trump tetap mendapatkan gambaran utuh mengenai konflik.

“Tidak ada yang mengejutkan presiden maupun perencana militer kami,” kata juru bicara Gedung Putih.

Load More